Agustus 24th, 2018 // ForBALI

Setiap Hari Pendirian Baliho Penolakan Reklamasi Teluk Benoa Semakin Bertambah

Semakin hari pendirian baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa terus bertambah dan semakin banyak. Pendirian baliho penolakan dilakuakan oleh Desa Adat dan berbagai komunitas yang tidak setuju dengan rencana reklamasi yang akan dilakukan di Teluk Benoa terlebih ijin lokasi reklamasi yang akan habis 25 Agustus 2018 mendatang sudah semakin dekat.

Pada Rabu 22 Agustus baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa didirikan oleh masyarakat di Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Baliho berukuran 2,25x 3,25 meter sebanyak 3 baliho didirikan di beberapa titik Desa tersebut.  Wayan Sukerta, Spd Selaku Koordinator dalam pemasangan baliho tersebut menjelaskan bahwa pemasangan baliho ini merupakan bentuk konsistensi dari perjuangan rakyat bali selama 5 tahun dan pemuda Nusa Lembongan dan Ceningan akan terus berjuang sampai Teluk Benoa Menang. Lebih lanjut ia menegaskan bahwa “Ini merupakan sebuah konsistensi dari perjuanagn rakyat bali dalam menolak reklamasi Teluk Benoa. 25 Agustus adalah batas akhir dari ijin reklamasi yang dipegang oleh investor, kita masyarakat Lembongan dan Ceningan akan terus berjuang dengan segala daya upaya dan siap memenangkan Teluk Benoa”, ucapnya.

 Screenshot_1

Hal serupa juga dilakukan oleh masyarakat Desa Jungut Batu. Ketut Arta Jaya yang mengkoordinir pendirian baliho di Desa Jungut Batu mengatakan pendirian baliho ini merupakan respon kami terhadap perjuangan rakyat dalam menolak reklamasi Teluk Benoa. lebih lanjut ia mengatakanbahwa “Kami masyarakat Jungut Batu dengan tegas menolak reklamasi dan siap menyambut kemenangan Teluk Benoa 25 Agustus 2018”, tegasnya.

 Screenshot_2

Sebelumnya di hari yang sama Semeton Citarum juga mendirikan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa. coordinator pemasangan baliho I Made Sukadiana, menjelaskan bahwa pemasangan ini sebagai bentuk dedikasi kami terhadap perjuangan rakyat yang gigih selama lima tahun lebih tanpa henti dalam mempertahankan teluk Benoa dari ancaman reklamasi ia mengatakan “Kami siap Menangkan Teluk Benoa”, imbuhnya. Baliho berukuran 2×3 meter tersebut didirikan di perempatan Jalan Citarum-Jalan Barito sekitar pukul 18.00 wita.Screenshot_3

Semakin hari pendirian baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa terus bertambah dan semakin banyak. Pendirian baliho penolakan dilakuakan oleh Desa Adat dan berbagai komunitas yang tidak setuju dengan rencana reklamasi yang akan dilakukan di Teluk Benoa terlebih ijin lokasi reklamasi yang akan habis 25 Agustus 2018 mendatang sudah semakin dekat.

Pada Rabu 22 Agustus baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa didirikan oleh masyarakat di Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Baliho berukuran 2,25x 3,25 meter sebanyak 3 baliho didirikan di beberapa titik Desa tersebut.  Wayan Sukerta, Spd Selaku Koordinator dalam pemasangan baliho tersebut menjelaskan bahwa pemasangan baliho ini merupakan bentuk konsistensi dari perjuangan rakyat bali selama 5 tahun dan pemuda Nusa Lembongan dan Ceningan akan terus berjuang sampai Teluk Benoa Menang. Lebih lanjut ia menegaskan bahwa “Ini merupakan sebuah konsistensi dari perjuanagn rakyat bali dalam menolak reklamasi Teluk Benoa. 25 Agustus adalah batas akhir dari ijin reklamasi yang dipegang oleh investor, kita masyarakat Lembongan dan Ceningan akan terus berjuang dengan segala daya upaya dan siap memenangkan Teluk Benoa”, ucapnya.

 Screenshot_1

Hal serupa juga dilakukan oleh masyarakat Desa Jungut Batu. Ketut Arta Jaya yang mengkoordinir pendirian baliho di Desa Jungut Batu mengatakan pendirian baliho ini merupakan respon kami terhadap perjuangan rakyat dalam menolak reklamasi Teluk Benoa. lebih lanjut ia mengatakanbahwa “Kami masyarakat Jungut Batu dengan tegas menolak reklamasi dan siap menyambut kemenangan Teluk Benoa 25 Agustus 2018”, tegasnya.

 Screenshot_2

Sebelumnya di hari yang sama Semeton Citarum juga mendirikan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa. coordinator pemasangan baliho I Made Sukadiana, menjelaskan bahwa pemasangan ini sebagai bentuk dedikasi kami terhadap perjuangan rakyat yang gigih selama lima tahun lebih tanpa henti dalam mempertahankan teluk Benoa dari ancaman reklamasi ia mengatakan “Kami siap Menangkan Teluk Benoa”, imbuhnya. Baliho berukuran 2×3 meter tersebut didirikan di perempatan Jalan Citarum-Jalan Barito sekitar pukul 18.00 wita.Screenshot_3