Agustus 21st, 2018 // ForBALI

Forum Pemuda Karangasem; Berumur 1 Tahun Sudah Berjuang Bertahun-tahun.

Foto HUT Forum Pemuda Karangasem, 28 April 2018 (4)

Sabtu 28 April 2018 menjadi hari yang bersejarah bagi FPK (Forum Pemuda Karangasem). Pasalnya sabtu kemarin Forum ini merayakan hari jadinya yang pertama yang bertempat di Balai Banjar Kanginan Desa Adat Pasedahan, Karangasem. FPK (Forum Pemuda Karangasem) terbentuk setahun lalu dan merupakan pelopor gerakan pemuda di Karangasem dalam menolak reklamasi Teluk Benoa. Forum Pemuda Karangasem sedari awal terbentuk, memang  aktif terhadap isu-isu sosial adat dan Budaya. Mulai dari melakukan solidaritas terhadap warga Karangasem yang mengungsi di berbagai daerah di Bali dengan menyalurkan bantuan logistic ke posko-posko, hingga terlibat aktif dalam penolakan reklamasi Teluk Benoa.  Koordinator Forum Pemuda Karangsem I Komang Subagiarta Menjelaskan bahwa kedepannya Forum Pemuda Karangasem akan tetap semangat dan solid dalam menjalani aktivitas-aktivitas sosial di Karangasem dan di Bali pada umumnya, serta “Tahun ini kita tetap berkomitmen untuk memenangkan Teluk Benoa dari ancaman proyek reklamasi”. Tolak Reklamasi teluk Benoa ! pekiknya lantang.

Acara perayaan 1 tahun FPK (Forum Pemuda Karangasem diisi oleh berbagai tarian tradisional seperti tari Pnyambutan, tari Kembang Girang dan penampilan beberapa grup band. Ditengah berlangsungnya acara Jero Bendesa Pasedahan I Wayan Sewenten, S.sos yang juga hadir pada acara itu, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Forum Pemuda Karangasem. Beliau menegaskan agar para generasi muda senantiasa aktif dan peduli terhadap adat,budaya serta lingkungan. “semoga apa yang dilakukan oleh Forum Pemuda Karangasem dapat menginspirasi generasi muda yang lain agar ikut aktif dalam menjaga kelestarian adat, budaya dan lingkungannya” pungkasnya.

Forum Pemuda Karangasem adalah kelompok pemuda pelopor gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa di kabupaten Karangasem yang sedari 16 April 2016 telah bersikap. Ini adalah momentum yang menarik, dimana dalam satu tahun perjalanannya, Forum Pemuda Karangasem menentukan sikapnya dalam menyelamatkan alam Bali. Koordinator ForBALI Wayan Gendo Suardana yang juga hadir pada acara tersebut menyampaikan rasa salutnya terhadap Desa Adat Pasedahan, Bugbug, Seraya, dan juga Desa Adat Culik, sebab desa-desa ini relative jauh dengan Teluk Benoa dan tidak terdampak oleh dampak negative reklamasi Teluk Benoa. “Yang membuat saya bangga, itu semua tidak menyurutkan langkah Pemuda Karangasem untuk menyelamatkan alam Bali” pungkasnya.

Gendo juga menjelaskan tentang dampak buruk yang terjadi di beberapa pantai di bali akibat reklamasi pulau Serangan. Menurutnya dari beberapa testimony, banyak pantai yang terabrasi akibat reklamasi pulau serangan, seperti misalnya pantai Lebih yang hampir 100 meter hilang pantainya. Begitupun juga dengan pantai Candidasa yang pantainya sudah terabrasi sangat luar biasa dan salah satunya dicurigai karena dampak dari reklamasi pulau Serangan. “Lalu mengapa Teluk Benoa menjadi penting kemudian, sebab menurut para ahli apabila Teluk Benoa diurug, maka kita akan mengulangi kembali kejadian seperti saat reklamasi Pulau Serangan yang dampaknya akan menghajar pantai-pantai yang ada di Sanur, menghajar pantai di Gianyar, menghajar pantai di Klungkung dan Menghajar pantai-pantai di Karangasem”. jelasnya

Dalam Agama Hindu kita mengenal konsep Nyegara Gunung. Setiap Sasih Kesangan kita selalu melaksanakan Melasti, “Apabila pantai-pantai kita habis lalu dimana kita akan Melasti ? maka keteguhan kita sebagai orang Bali yang menjalankan konsep Nyegara Gunung akan hilang demikian saja, hanya karena memenuhi keinginan investor yang membangun hotel, apartement yang kemudian merekalah yang mendapatkan keuntungannya”imbuhnya.

Gendo juga menegaskan bahwa ForBALI dan juga FPK (Forum Pemuda Karangasem Tidak Akan pernah berpihak dalam urusan-urusan PILKADA. “ForBALI hanya Menjejakkan dirinya untuk menjaga agar isu Tolak Reklamasi tidak digunakan untuk kepentingan-kepentingan politik semata sebab sikap penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa yang dilakukan melalui paruman adat bukan saja tanggung jawab kita terhadap warga adat, namun juga kepada Ida Sesuhunan” tutupnya.

Acara yang dipandu oleh duo MC Bondres Temuyuk Mekuris ini  dilanjutkan dengan penampilan band dari kawan-kawan seperjuangan tolak reklamasi Teluk Benoa. Ada Guna Warma dari Nossters, ada Chord Of The Sky,Geekssmile,Racun Timur Menggoda dan ditutup dengan meriah oleh penampilan Punk Reformasi. Perlu  diketahui bahwa, pemuda Karangasem sudah bergerak menolak reklamasi Teluk Benoa dan bergabung dengan ForBALI sejak 2014. Namun secara resmi pemuda Karangasem membentuk wadah baru dari tahun 2017 sehingga organisasinya baru berumur 1 tahun. Namun dalam aktivitas perjuangannya sudah 4 tahun.

Foto HUT Forum Pemuda Karangasem, 28 April 2018 (4)

Sabtu 28 April 2018 menjadi hari yang bersejarah bagi FPK (Forum Pemuda Karangasem). Pasalnya sabtu kemarin Forum ini merayakan hari jadinya yang pertama yang bertempat di Balai Banjar Kanginan Desa Adat Pasedahan, Karangasem. FPK (Forum Pemuda Karangasem) terbentuk setahun lalu dan merupakan pelopor gerakan pemuda di Karangasem dalam menolak reklamasi Teluk Benoa. Forum Pemuda Karangasem sedari awal terbentuk, memang  aktif terhadap isu-isu sosial adat dan Budaya. Mulai dari melakukan solidaritas terhadap warga Karangasem yang mengungsi di berbagai daerah di Bali dengan menyalurkan bantuan logistic ke posko-posko, hingga terlibat aktif dalam penolakan reklamasi Teluk Benoa.  Koordinator Forum Pemuda Karangsem I Komang Subagiarta Menjelaskan bahwa kedepannya Forum Pemuda Karangasem akan tetap semangat dan solid dalam menjalani aktivitas-aktivitas sosial di Karangasem dan di Bali pada umumnya, serta “Tahun ini kita tetap berkomitmen untuk memenangkan Teluk Benoa dari ancaman proyek reklamasi”. Tolak Reklamasi teluk Benoa ! pekiknya lantang.

Acara perayaan 1 tahun FPK (Forum Pemuda Karangasem diisi oleh berbagai tarian tradisional seperti tari Pnyambutan, tari Kembang Girang dan penampilan beberapa grup band. Ditengah berlangsungnya acara Jero Bendesa Pasedahan I Wayan Sewenten, S.sos yang juga hadir pada acara itu, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Forum Pemuda Karangasem. Beliau menegaskan agar para generasi muda senantiasa aktif dan peduli terhadap adat,budaya serta lingkungan. “semoga apa yang dilakukan oleh Forum Pemuda Karangasem dapat menginspirasi generasi muda yang lain agar ikut aktif dalam menjaga kelestarian adat, budaya dan lingkungannya” pungkasnya.

Forum Pemuda Karangasem adalah kelompok pemuda pelopor gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa di kabupaten Karangasem yang sedari 16 April 2016 telah bersikap. Ini adalah momentum yang menarik, dimana dalam satu tahun perjalanannya, Forum Pemuda Karangasem menentukan sikapnya dalam menyelamatkan alam Bali. Koordinator ForBALI Wayan Gendo Suardana yang juga hadir pada acara tersebut menyampaikan rasa salutnya terhadap Desa Adat Pasedahan, Bugbug, Seraya, dan juga Desa Adat Culik, sebab desa-desa ini relative jauh dengan Teluk Benoa dan tidak terdampak oleh dampak negative reklamasi Teluk Benoa. “Yang membuat saya bangga, itu semua tidak menyurutkan langkah Pemuda Karangasem untuk menyelamatkan alam Bali” pungkasnya.

Gendo juga menjelaskan tentang dampak buruk yang terjadi di beberapa pantai di bali akibat reklamasi pulau Serangan. Menurutnya dari beberapa testimony, banyak pantai yang terabrasi akibat reklamasi pulau serangan, seperti misalnya pantai Lebih yang hampir 100 meter hilang pantainya. Begitupun juga dengan pantai Candidasa yang pantainya sudah terabrasi sangat luar biasa dan salah satunya dicurigai karena dampak dari reklamasi pulau Serangan. “Lalu mengapa Teluk Benoa menjadi penting kemudian, sebab menurut para ahli apabila Teluk Benoa diurug, maka kita akan mengulangi kembali kejadian seperti saat reklamasi Pulau Serangan yang dampaknya akan menghajar pantai-pantai yang ada di Sanur, menghajar pantai di Gianyar, menghajar pantai di Klungkung dan Menghajar pantai-pantai di Karangasem”. jelasnya

Dalam Agama Hindu kita mengenal konsep Nyegara Gunung. Setiap Sasih Kesangan kita selalu melaksanakan Melasti, “Apabila pantai-pantai kita habis lalu dimana kita akan Melasti ? maka keteguhan kita sebagai orang Bali yang menjalankan konsep Nyegara Gunung akan hilang demikian saja, hanya karena memenuhi keinginan investor yang membangun hotel, apartement yang kemudian merekalah yang mendapatkan keuntungannya”imbuhnya.

Gendo juga menegaskan bahwa ForBALI dan juga FPK (Forum Pemuda Karangasem Tidak Akan pernah berpihak dalam urusan-urusan PILKADA. “ForBALI hanya Menjejakkan dirinya untuk menjaga agar isu Tolak Reklamasi tidak digunakan untuk kepentingan-kepentingan politik semata sebab sikap penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa yang dilakukan melalui paruman adat bukan saja tanggung jawab kita terhadap warga adat, namun juga kepada Ida Sesuhunan” tutupnya.

Acara yang dipandu oleh duo MC Bondres Temuyuk Mekuris ini  dilanjutkan dengan penampilan band dari kawan-kawan seperjuangan tolak reklamasi Teluk Benoa. Ada Guna Warma dari Nossters, ada Chord Of The Sky,Geekssmile,Racun Timur Menggoda dan ditutup dengan meriah oleh penampilan Punk Reformasi. Perlu  diketahui bahwa, pemuda Karangasem sudah bergerak menolak reklamasi Teluk Benoa dan bergabung dengan ForBALI sejak 2014. Namun secara resmi pemuda Karangasem membentuk wadah baru dari tahun 2017 sehingga organisasinya baru berumur 1 tahun. Namun dalam aktivitas perjuangannya sudah 4 tahun.