Pebruari 8th, 2016 // ForBALI

Desa Adat Buduk Mengwi Deklarasikan Sikap, resmikan Baliho menolak Reklamasi Teluk Benoa di Perempatan Desa

Iring-iringan warga Buduk Mengwi menuju perempatan desa

Iring-iringan warga Buduk Mengwi menuju perempatan desa

Mengwi, – Gerakan penolakan reklamasi Teluk Benoa semakin meluas melalui tindakan. Dari 18 Desa Adat yang telah menyatakan menolak reklamasi Teluk Benoa, hari ini (7/2/2016) desa adat Buduk  Mengwi Kabupaten Badung Bali menunjukan sikap nyatanya dalam bentuk aksi turun di jalan desa guna mendeklarasikan sikap Desa Adat.

Deklarasi dilakukan diperempatan Banjar Tengah. Aksi berupa orasi dan peresmian pemasangan baliho besar berisi pesan tolak reklamasi Teluk Benoa dan batalkan Perpres No. 51 Tahun 2014.  Aksi Desa Adat  Buduk dipimpin langsung oleh Bendesa Adat Buduk, Ida Bagus Purbanegara.

Aksi budaya di perempatan desa Buduk Mengwi

Aksi budaya di perempatan desa Buduk Mengwi

Rangkaian aksi dimulai, dengan long march oleh Yowana Desa Adat Buduk, dari Pura Dalem Gede Buduk menuju ke perempatan Banjar Tengah. Diiringi dengan Baleganjur, barisan pemuda beriringan menuju ke perempatan desa. Tarian Barong Bangkung dan atraksi pelawak, Bagus Awan turut memeriahkan aksi.

Di perempatan Banjar Tengah barisan massa telah ditunggu oleh warga Desa yang dipimpin Bendesa Adat, Ida Bagus Purbanegara didampingi oleh Prajuru Desa, Prajuru Banjar serta Kades dan pengurus Lembaga Pemberdayaan Desa. Di tengah-tengah warga turut bergabung solidaritas dari berbagai elemen penolak reklamasi. I Wayan Gendo Suardana, Koordinator ForBALI turut hadir bersama dengan 2 (dua) anggota DPD RI yakni, Gede Pasek Suardika dan I.G.N Arya Wedakarna S. MWS.

Dari atas mobil komando dengan sound system yang menggelegar, Ida Bagus Purbanegara menegaskan sikap Desa Adat Buduk menolak reklamasi Teluk Benoa dan meminta Presiden RI agar membatalkan Perpres No 51 Tahun 2014. Dikelilingi oleh Warga Desa Adat serta para pemuda, sikap tegas ini adalah sebagai bentuk Desa Adat Buduk menjaga Bali sekaligus bentuk pesikikaran (solidaritas terhadap desa-desa adat di pesisir Teluk Benoa. “Saya tegaskan bahwa Desa Adat Buduk Menolak Reklamasi Teluk Benoa dan memimta Presiden mencabut Perpres No 51 Tahun 2014. ini adalah bentuk pesidikaran Kami kepada Desa-Desa adat pesisir Teluk Benoa. Mari kita jaga kelestarian Bali”, tegasnya.

Berikutnya secara berturu-turut, Ida Bagus Purbanegara memanggil Arya Wedakarna dan Gede Pasek Suardika berorasi di atas mobil. Keduanya secara berapi-api menegaskan sikapnya menolak reklamasi Teluk Benoa, berjanji akan memperjuangkan sekuat tenaga di Jakarta. Mereka mengajak Desa Adat di Bali termasuk Desa Adat Buduk untuk terus berjuang menyelamatkan Bali.

Orasi Penutup diberikan kepada I Wayan Gendo Suardana, Koordinator ForBALI. Gendo menegaskan bahwa gerakan tolak reklamasi adalah gerakan bersama, gerakan yang dibangun berdasarkan solidaritas.

Menurut Gendo, saat ini gerakan dipimpin oleh Desa Adat dengan para Bendesanya. Gendo menyatakan; “Gerakan semakin meluas, sudah ada 18 desa Adat yang secara resmi menyatakan penolakannya terhadap reklamasi Teluk Benoa.  Saat ini Gerakan Tolak Reklamasi sudah dipimpin oleh Desa Adat. Kami, ForBALI, saat ini dipimpin oleh Para Bendesa Adat termasuk Desa Adat Buduk Mengwi.” tandas Gendo seraya meminta agar Bendesa Adat Buduk tidak segan-segan memberinya perintah selaku Koordinator ForBALI. gendo menegaskan: “Ratu Aji Bendesa jangan segan untuk memerintahkan Kami, sebab pimpinan ForBALI saat ini adalah Para Bendesa Adat Penolak Reklamasi termasuk Bendesa Adat Buduk.”

Di akhir acara Ida Bagus Purbanegara menyerahkan surat penolakan reklamasi Teluk Beoa sebagai sikap resmi Desa Adat Buduk kepada Para anggota DPD RI yang hadir selanjutnya secara bersama-sama meresmikan pemasangan Baliho besar tolak reklamasi Teluk Benoa.

Aksi tersebut berjalan dengan tertib, dari pantauan lapangan seluruh warga peserta aksi sangat bersemangat mengikuti aksi tersebut.

Iring-iringan warga Buduk Mengwi menuju perempatan desa

Iring-iringan warga Buduk Mengwi menuju perempatan desa

Mengwi, – Gerakan penolakan reklamasi Teluk Benoa semakin meluas melalui tindakan. Dari 18 Desa Adat yang telah menyatakan menolak reklamasi Teluk Benoa, hari ini (7/2/2016) desa adat Buduk  Mengwi Kabupaten Badung Bali menunjukan sikap nyatanya dalam bentuk aksi turun di jalan desa guna mendeklarasikan sikap Desa Adat.

Deklarasi dilakukan diperempatan Banjar Tengah. Aksi berupa orasi dan peresmian pemasangan baliho besar berisi pesan tolak reklamasi Teluk Benoa dan batalkan Perpres No. 51 Tahun 2014.  Aksi Desa Adat  Buduk dipimpin langsung oleh Bendesa Adat Buduk, Ida Bagus Purbanegara.

Aksi budaya di perempatan desa Buduk Mengwi

Aksi budaya di perempatan desa Buduk Mengwi

Rangkaian aksi dimulai, dengan long march oleh Yowana Desa Adat Buduk, dari Pura Dalem Gede Buduk menuju ke perempatan Banjar Tengah. Diiringi dengan Baleganjur, barisan pemuda beriringan menuju ke perempatan desa. Tarian Barong Bangkung dan atraksi pelawak, Bagus Awan turut memeriahkan aksi.

Di perempatan Banjar Tengah barisan massa telah ditunggu oleh warga Desa yang dipimpin Bendesa Adat, Ida Bagus Purbanegara didampingi oleh Prajuru Desa, Prajuru Banjar serta Kades dan pengurus Lembaga Pemberdayaan Desa. Di tengah-tengah warga turut bergabung solidaritas dari berbagai elemen penolak reklamasi. I Wayan Gendo Suardana, Koordinator ForBALI turut hadir bersama dengan 2 (dua) anggota DPD RI yakni, Gede Pasek Suardika dan I.G.N Arya Wedakarna S. MWS.

Dari atas mobil komando dengan sound system yang menggelegar, Ida Bagus Purbanegara menegaskan sikap Desa Adat Buduk menolak reklamasi Teluk Benoa dan meminta Presiden RI agar membatalkan Perpres No 51 Tahun 2014. Dikelilingi oleh Warga Desa Adat serta para pemuda, sikap tegas ini adalah sebagai bentuk Desa Adat Buduk menjaga Bali sekaligus bentuk pesikikaran (solidaritas terhadap desa-desa adat di pesisir Teluk Benoa. “Saya tegaskan bahwa Desa Adat Buduk Menolak Reklamasi Teluk Benoa dan memimta Presiden mencabut Perpres No 51 Tahun 2014. ini adalah bentuk pesidikaran Kami kepada Desa-Desa adat pesisir Teluk Benoa. Mari kita jaga kelestarian Bali”, tegasnya.

Berikutnya secara berturu-turut, Ida Bagus Purbanegara memanggil Arya Wedakarna dan Gede Pasek Suardika berorasi di atas mobil. Keduanya secara berapi-api menegaskan sikapnya menolak reklamasi Teluk Benoa, berjanji akan memperjuangkan sekuat tenaga di Jakarta. Mereka mengajak Desa Adat di Bali termasuk Desa Adat Buduk untuk terus berjuang menyelamatkan Bali.

Orasi Penutup diberikan kepada I Wayan Gendo Suardana, Koordinator ForBALI. Gendo menegaskan bahwa gerakan tolak reklamasi adalah gerakan bersama, gerakan yang dibangun berdasarkan solidaritas.

Menurut Gendo, saat ini gerakan dipimpin oleh Desa Adat dengan para Bendesanya. Gendo menyatakan; “Gerakan semakin meluas, sudah ada 18 desa Adat yang secara resmi menyatakan penolakannya terhadap reklamasi Teluk Benoa.  Saat ini Gerakan Tolak Reklamasi sudah dipimpin oleh Desa Adat. Kami, ForBALI, saat ini dipimpin oleh Para Bendesa Adat termasuk Desa Adat Buduk Mengwi.” tandas Gendo seraya meminta agar Bendesa Adat Buduk tidak segan-segan memberinya perintah selaku Koordinator ForBALI. gendo menegaskan: “Ratu Aji Bendesa jangan segan untuk memerintahkan Kami, sebab pimpinan ForBALI saat ini adalah Para Bendesa Adat Penolak Reklamasi termasuk Bendesa Adat Buduk.”

Di akhir acara Ida Bagus Purbanegara menyerahkan surat penolakan reklamasi Teluk Beoa sebagai sikap resmi Desa Adat Buduk kepada Para anggota DPD RI yang hadir selanjutnya secara bersama-sama meresmikan pemasangan Baliho besar tolak reklamasi Teluk Benoa.

Aksi tersebut berjalan dengan tertib, dari pantauan lapangan seluruh warga peserta aksi sangat bersemangat mengikuti aksi tersebut.