Juni 6th, 2018 // ForBALI

Sayang Bali, Pemuda Adat Sumerta Tiada Henti Suarakan Tolak Reklamasi

Denpasar (14/02) Bertepatan dengan momentum hari kasih sayang,  yang seantero jagat ini mengenalnya dengan nama Valentine Day, para Pemuda Desa Adat Sumerta menunjukkan rasa sayang mereka terhadap Teluk Benoa, Bali dengan cara terus menyuarakan penolakan reklamasi Teluk Benoa. Bertepatan dengan hari kasih sayang tersebut, Pemuda Sumerta melakukan pemasangan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa di wilayah Desa Adat Sumerta pada Rabu, 14 Februari 2018.

Pendirian baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa ini dilakukan dipertigaan Jl. Hayam Wuruk – Jl. Kecubung melengkapi 2 buah baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa yang sudah ada sebelumnya.

I Nyoman Gegel Juniartha, salah seorang pemuda Desa Adat Sumerta yang ditemui saat pendirian baliho menjelaskan bahwa pendirian baliho tersebut adalah mewujudkan keinginan para pemuda Sumerta untuk menunjukkan kasih sayangnya pada Teluk Benoa. “Kita memperjuangkan pembatalan reklamasi Teluk Benoa karena rasa sayang kita pada Teluk Benoa, rasa sayang kita pada Ibu Pertiwi bukan karena hal lain. Sayang Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa”,tegas Gegel.

Ditempat terpisah, Ketua BAMPER Sumerta yang merupakan basis gerakan Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa di Sumerta, I Wayan Murdika menyampaikan bahwa kegiatan para pemuda tersebut sangat positif. “Disaat muda mudi lain menunjukkan rasa kasih sayang dengan membeli coklat ataupun bunga, mereka menyisihkan waktu dan materi dengan mendirikan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa sebagai wujud kasih sayang pada Ibu Pertiwi, kami memberi apresiasi buat mereka”, ujarnya.

Denpasar (14/02) Bertepatan dengan momentum hari kasih sayang,  yang seantero jagat ini mengenalnya dengan nama Valentine Day, para Pemuda Desa Adat Sumerta menunjukkan rasa sayang mereka terhadap Teluk Benoa, Bali dengan cara terus menyuarakan penolakan reklamasi Teluk Benoa. Bertepatan dengan hari kasih sayang tersebut, Pemuda Sumerta melakukan pemasangan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa di wilayah Desa Adat Sumerta pada Rabu, 14 Februari 2018.

Pendirian baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa ini dilakukan dipertigaan Jl. Hayam Wuruk – Jl. Kecubung melengkapi 2 buah baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa yang sudah ada sebelumnya.

I Nyoman Gegel Juniartha, salah seorang pemuda Desa Adat Sumerta yang ditemui saat pendirian baliho menjelaskan bahwa pendirian baliho tersebut adalah mewujudkan keinginan para pemuda Sumerta untuk menunjukkan kasih sayangnya pada Teluk Benoa. “Kita memperjuangkan pembatalan reklamasi Teluk Benoa karena rasa sayang kita pada Teluk Benoa, rasa sayang kita pada Ibu Pertiwi bukan karena hal lain. Sayang Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa”,tegas Gegel.

Ditempat terpisah, Ketua BAMPER Sumerta yang merupakan basis gerakan Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa di Sumerta, I Wayan Murdika menyampaikan bahwa kegiatan para pemuda tersebut sangat positif. “Disaat muda mudi lain menunjukkan rasa kasih sayang dengan membeli coklat ataupun bunga, mereka menyisihkan waktu dan materi dengan mendirikan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa sebagai wujud kasih sayang pada Ibu Pertiwi, kami memberi apresiasi buat mereka”, ujarnya.