Juni 7th, 2018 // ForBALI

Warga Canggu Kobarkan Semangat Untuk Kemenangan Perjuangan Menolak Reklamasi Teluk Benoa

Foto Pemasangan Baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa oleh Warga Canggu 21 Februari 2018 (2)

Badung (22/02). Canggu, terletak dipesisir barat yang terkenal dengan ombaknya yang menantang menjadikan daerah ini menjadi kawasan yang semakin berkembang dan kini menjadi salah satu primadona destinasi wisata di Bali. Menjadi daerah tujuan wisata yang semakin populer tidak lantas menjadikan warga Desa Adat Canggu terlena dengan ancama terhadap kehidupan Pulau Bali kedepan.

Rencana reklamasi Teluk Benoa juga mengusik warga Desa Adat Canggu, solidaritas mereka bangkit yang diwujudkan dengan pernyataan tegas dari Desa Adat Canggu untuk menolak reklamasi Teluk Benoa. Kini, warganya aktif dalam kegiatan yang berhubungan langsung dengan gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa.

Menjaga api semangat penolakan reklamasi Teluk Benoa, Rabu, 21 Februari 2018 warga Desa Adat Canggu mendirikan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa yang didirikan dipertigaan Banjar Tegalgundul, Canggu. Menurut I Made Edhi Gunawan, Ketua ST. Dwi Buhana Santhi, Banjar Tegal Gundul, Canggu, pemasangan baliho kali ini untuk terus menggelorakan semangat warga Canggu dalam perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa. “Perjuangan ini memang melelahkan untuk itu perlu terus digelorakan apalagi tahun 2018 ini tahun penentuan, kita pasti menang bila kita bersatu dan tetap semangat”, ujar Edhi.

Sedangkan I Gede Kusrendra dari Semeton BTR Canggu, yang merupakan basis gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa di Desa Adat Canggu menyampaikan, sebagai masyarakat pesisir mereka hidup dari laut dan pantai, tidak ingin pantai-pantai di Bali rusak karena kerakusan manusia. “Kami tidak ingin pantai-pantai di Bali rusak dan kita di Canggu pernah menang melawan kerakusan manusia saat ditahun 1997 Loloan Yeh Poh ingin diurug investor, semangat perlawanan terhadap rencana mengurug Teluk Benoa harus terus dikobarkan untuk kemenangan Teluk Benoa”, ungkap De Kus panggilan akrabnya.

Pemasangan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa diwilayah Desa Adat Canggu akan terus mengingatkan bahwa sampai saat ini reklamasi Teluk Benoa dibatalkan sehingga perjuangan untuk memenangkan Teluk Benoa harus terus dilakukan.

Foto Pemasangan Baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa oleh Warga Canggu 21 Februari 2018 (2)

Badung (22/02). Canggu, terletak dipesisir barat yang terkenal dengan ombaknya yang menantang menjadikan daerah ini menjadi kawasan yang semakin berkembang dan kini menjadi salah satu primadona destinasi wisata di Bali. Menjadi daerah tujuan wisata yang semakin populer tidak lantas menjadikan warga Desa Adat Canggu terlena dengan ancama terhadap kehidupan Pulau Bali kedepan.

Rencana reklamasi Teluk Benoa juga mengusik warga Desa Adat Canggu, solidaritas mereka bangkit yang diwujudkan dengan pernyataan tegas dari Desa Adat Canggu untuk menolak reklamasi Teluk Benoa. Kini, warganya aktif dalam kegiatan yang berhubungan langsung dengan gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa.

Menjaga api semangat penolakan reklamasi Teluk Benoa, Rabu, 21 Februari 2018 warga Desa Adat Canggu mendirikan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa yang didirikan dipertigaan Banjar Tegalgundul, Canggu. Menurut I Made Edhi Gunawan, Ketua ST. Dwi Buhana Santhi, Banjar Tegal Gundul, Canggu, pemasangan baliho kali ini untuk terus menggelorakan semangat warga Canggu dalam perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa. “Perjuangan ini memang melelahkan untuk itu perlu terus digelorakan apalagi tahun 2018 ini tahun penentuan, kita pasti menang bila kita bersatu dan tetap semangat”, ujar Edhi.

Sedangkan I Gede Kusrendra dari Semeton BTR Canggu, yang merupakan basis gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa di Desa Adat Canggu menyampaikan, sebagai masyarakat pesisir mereka hidup dari laut dan pantai, tidak ingin pantai-pantai di Bali rusak karena kerakusan manusia. “Kami tidak ingin pantai-pantai di Bali rusak dan kita di Canggu pernah menang melawan kerakusan manusia saat ditahun 1997 Loloan Yeh Poh ingin diurug investor, semangat perlawanan terhadap rencana mengurug Teluk Benoa harus terus dikobarkan untuk kemenangan Teluk Benoa”, ungkap De Kus panggilan akrabnya.

Pemasangan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa diwilayah Desa Adat Canggu akan terus mengingatkan bahwa sampai saat ini reklamasi Teluk Benoa dibatalkan sehingga perjuangan untuk memenangkan Teluk Benoa harus terus dilakukan.