Januari 25th, 2019 // ForBALI

Siap Melawan Izin Lokasi Reklamasi Teluk Benoa Yang Baru, Dua Desa Adat Serentak Dirikan Baliho

2019-01-12-Pers Rilis-Siap Melawan Izin Lokasi Reklamasi Teluk Benoa Yang Baru, Dua Desa Adat Serentak Dirikan Baliho (2)

Sabtu/12 Januari 2019 terjadi pemasangan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa secara serentak. Pemasangan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa dilakukan oleh warga Desa Adat yang Jimbaran yang tergabung dalam Petir Jimbaran dan Warga Desa Adat Kedonganan.

I Nyoman Sudana Koordinator pemasangan baliho Petir Jimbaran tolak reklamasi Teluk Benoa menjelaskan bahwa baliho yang dibuat secara urunan ini berukuran 4×3 meter. Baliho tolak reklamasi Teluk Benoa ini dipasang di simpang MCD-KFC Jimbaran.

Lebih lanjut, Sudana menegaskan pemasangan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa adalah sebagai bentuk perlawanan rakyat Jimbaran yang tidak pernah surut terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. “Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah mengeluarkan izin lokasi reklamasi Teluk Benoa yang baru secara diam-diam. Tindakan Susi Pudjiastuti itu kami anggap sebagai upaya-upaya untuk memuluskan kembali rencana reklamasi Teluk Benoa. Kami rakyat Jimbaran tidak bisa diam melihat hal tersebut. Kami tegaskan sekali lagi, rakyat Jimbaran sudah siap melawan upaya-upaya yang memuluskan reklamasi Teluk Benoa”, tegasnya.

Di tempat terpisah, koordinator pemasangan baliho Kedonganan tolak reklamasi Teluk Benoa Ketut Nevo Prayogi, menjelasakan bahwa baliho tolak reklamsi Teluk Benoa tersebut dipasang pada dua titik, yaitu di depan Benoa Square dan di depan Hotel Watermark, Desa Adat Kedonganan. Baliho yang dipasang tersebut masing-masing berukuran 3×4 meter dan dipasang oleh Desa Adat Kedonganan melalui organisasi Forum Pemerhati Pembangunan Bali (FPPB) Desa Adat Kedonganan.

“Baliho ini diarak dan dipasang oleh puluhan Warga Desa Adat Kedonganan. Baliho tolak reklamasi Teluk Benoa kami pasang di depan Benoa Square dan di depan Hotel Watermark Kedonganan”, ujarnya.

Lebih jauh, Nevo menegaskan pemasangan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa tersebut sebagai bentuk konsistensi Desa Adat Kedonganan menolak reklamasi Teluk Benoa dan tanpa kepentingan politik didalamnya. “Ini murni perjuangan rakyat Desa Adat Kedonganan yang memperjuangkan tanah kelahirannya”, tegasnya.

2019-01-12-Pers Rilis-Siap Melawan Izin Lokasi Reklamasi Teluk Benoa Yang Baru, Dua Desa Adat Serentak Dirikan Baliho (2)

Sabtu/12 Januari 2019 terjadi pemasangan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa secara serentak. Pemasangan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa dilakukan oleh warga Desa Adat yang Jimbaran yang tergabung dalam Petir Jimbaran dan Warga Desa Adat Kedonganan.

I Nyoman Sudana Koordinator pemasangan baliho Petir Jimbaran tolak reklamasi Teluk Benoa menjelaskan bahwa baliho yang dibuat secara urunan ini berukuran 4×3 meter. Baliho tolak reklamasi Teluk Benoa ini dipasang di simpang MCD-KFC Jimbaran.

Lebih lanjut, Sudana menegaskan pemasangan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa adalah sebagai bentuk perlawanan rakyat Jimbaran yang tidak pernah surut terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. “Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah mengeluarkan izin lokasi reklamasi Teluk Benoa yang baru secara diam-diam. Tindakan Susi Pudjiastuti itu kami anggap sebagai upaya-upaya untuk memuluskan kembali rencana reklamasi Teluk Benoa. Kami rakyat Jimbaran tidak bisa diam melihat hal tersebut. Kami tegaskan sekali lagi, rakyat Jimbaran sudah siap melawan upaya-upaya yang memuluskan reklamasi Teluk Benoa”, tegasnya.

Di tempat terpisah, koordinator pemasangan baliho Kedonganan tolak reklamasi Teluk Benoa Ketut Nevo Prayogi, menjelasakan bahwa baliho tolak reklamsi Teluk Benoa tersebut dipasang pada dua titik, yaitu di depan Benoa Square dan di depan Hotel Watermark, Desa Adat Kedonganan. Baliho yang dipasang tersebut masing-masing berukuran 3×4 meter dan dipasang oleh Desa Adat Kedonganan melalui organisasi Forum Pemerhati Pembangunan Bali (FPPB) Desa Adat Kedonganan.

“Baliho ini diarak dan dipasang oleh puluhan Warga Desa Adat Kedonganan. Baliho tolak reklamasi Teluk Benoa kami pasang di depan Benoa Square dan di depan Hotel Watermark Kedonganan”, ujarnya.

Lebih jauh, Nevo menegaskan pemasangan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa tersebut sebagai bentuk konsistensi Desa Adat Kedonganan menolak reklamasi Teluk Benoa dan tanpa kepentingan politik didalamnya. “Ini murni perjuangan rakyat Desa Adat Kedonganan yang memperjuangkan tanah kelahirannya”, tegasnya.