Januari 26th, 2019 // ForBALI

Pasang baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Desa Pakraman Denpasar Konsisten Akan Terus Berjuang

Pendirian Baliho Penolakan Reklamasi Teluk Benoa oleh Desa Pakraman Denpasar 26 januari 2018. 2

Setelah desa Adat Lebih Gianyar,  kini Desa Pakraman Denpasar kembali dirikan Baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa guna merespon terbitnya ijin lokasi reklamasi Teluk Benoa yang di keluarkan oleh KKP. Sabtu 26 Januari 2019 2 baliho berukuran 2X3 yang bertuliskan Kembalikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi didirikan di Jalan Imam Bonjol ( di dekat kuburan Badung.) dan di perempatan jalan gajah Mada – JL Sumatra.

Koordinator pemasangan baliho Kompyang Astika mengatakan kami warga adat Desa Pakraman Denpasar telah bertekad akan terus bergerak  bersama sama Desa Adat lainnya dan ForBali untuk tetap melawan kebijakan yang tidak pro terhadap Adat dan Budaya Bali serta tidak berpihak pada Kelestarian Alam. Kompyang Atika menjelaskan Untuk itu kami warga Adat Denpasar hari ini memasang Baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa setelah sekian lama diam setelah Ijin Lokasi yang diberikan untuk PT TWBI gugur di akhir agustus tahun lalu. “Kini setelah menteri KKP mengeluarkan kembali ijin lokasi,kami anggap itu menyakiti hati rakyat bali yang selama hampir 5 tahun ada di jalan melawan dan menolak reklamasi” tungkasnya.

Desa Pakraman Denpasar dengan basis Amphibi Busung Yeh Kauh merupakan basis yang konsisten menolak reklamasi Teluk Benoa. Dalam pemasangan baliho yang dilakukan oleh puluhan masyarakat adat ini merupakan wujud bahwa perlawanan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa tidak pernah pupus. Koordinator basis Amphibi Busung Yeh Kauh I Wayan Gede Sugiartha yang juga hadir dalam kegiatan pemasangan baliho ini menjelaskan bahwa kami hari ini kembali bergerak melakukan perlawanan dengan memasang Baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa. Ia menegaskan “Kami akan tetap melawan sampai Perpres 51 tahun 2014 dibatalkan dan Teluk Benoa Menang”imbuhnya.

Pendirian Baliho Penolakan Reklamasi Teluk Benoa oleh Desa Pakraman Denpasar 26 januari 2018. 2

Setelah desa Adat Lebih Gianyar,  kini Desa Pakraman Denpasar kembali dirikan Baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa guna merespon terbitnya ijin lokasi reklamasi Teluk Benoa yang di keluarkan oleh KKP. Sabtu 26 Januari 2019 2 baliho berukuran 2X3 yang bertuliskan Kembalikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi didirikan di Jalan Imam Bonjol ( di dekat kuburan Badung.) dan di perempatan jalan gajah Mada – JL Sumatra.

Koordinator pemasangan baliho Kompyang Astika mengatakan kami warga adat Desa Pakraman Denpasar telah bertekad akan terus bergerak  bersama sama Desa Adat lainnya dan ForBali untuk tetap melawan kebijakan yang tidak pro terhadap Adat dan Budaya Bali serta tidak berpihak pada Kelestarian Alam. Kompyang Atika menjelaskan Untuk itu kami warga Adat Denpasar hari ini memasang Baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa setelah sekian lama diam setelah Ijin Lokasi yang diberikan untuk PT TWBI gugur di akhir agustus tahun lalu. “Kini setelah menteri KKP mengeluarkan kembali ijin lokasi,kami anggap itu menyakiti hati rakyat bali yang selama hampir 5 tahun ada di jalan melawan dan menolak reklamasi” tungkasnya.

Desa Pakraman Denpasar dengan basis Amphibi Busung Yeh Kauh merupakan basis yang konsisten menolak reklamasi Teluk Benoa. Dalam pemasangan baliho yang dilakukan oleh puluhan masyarakat adat ini merupakan wujud bahwa perlawanan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa tidak pernah pupus. Koordinator basis Amphibi Busung Yeh Kauh I Wayan Gede Sugiartha yang juga hadir dalam kegiatan pemasangan baliho ini menjelaskan bahwa kami hari ini kembali bergerak melakukan perlawanan dengan memasang Baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa. Ia menegaskan “Kami akan tetap melawan sampai Perpres 51 tahun 2014 dibatalkan dan Teluk Benoa Menang”imbuhnya.