Agustus 21st, 2018 // ForBALI

Baliho-Baliho Menangkan Teluk Benoa Terus Berlipat Ganda

Pemasangan baliho oleh Desa Adat dan komunitas-komunitas terus berlipat ganda. Sejak minggu malam (19/08) hingga hari ini (21/08) tercatat ada 4 Desa adat yg mendirikan baliho dan tersebar di berbagai titik, di Kabupaten Badung, Gianyar dan Kota Denpasar.

Di Kabupaten Badung, Selasa 21 Agustus 2018, pagi hari sekitar pukul 10.00 wita, Desa Adat Ungasan mendirikan sebuah baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa. Desa Adat Ungasan merupakan salah satu desa yang berada di Bali Selatan dan berdekatan dengan Teluk Benoa. Baliho berukuran 4×3 meter didirikan di depan Kantor Desa Ungasan. Koordinator aksi pemasangan baliho tersebut Made Budiasa menjelaskan bahwa pemasangan baliho ini dilakukan guna merespon batas akhir ijin lokasi reklamasi pada tanggal 25 Agustus mendatang. “aktivitas pendirian baliho ini adalah sebagai bentuk perlawanan dan konsistensi kami di Desa Adat Ungasan dalam menolak reklamasi Teluk Benoa. tanggal  25 Agustus 2018 merupakan batas akhir sekaligus habisnya izin reklamasi yang saat ini dipegang investor. Apabila AMDAL tumbang, maka niscaya Teluk Benoa akan menang”. ujarnya.

 WhatsApp Image 2018-08-22 at 00.41.41

Pada sore harinya, pemasangan baliho berlanjut ke Kota Denpasar. Sekitar pukul 17.00 wita Desa Adat Renon mendirikan baliho penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. Baliho yang bertuliskan “25 Agustus 2018 AMDAL tidak layak, izin lokasi tumbang dan Teluk Benoa menang” tersebut didirikan di beberapa titik Desa Adat Renon yakni di Jalan Raya Puputan Bundaran Renon dan diCatuspata Pasar Renon. I Wayan Hendra Suardana menyatakan pendirian baliho berukuran 2×3 meter selain sebagai bentuk kosistensi sikap juga untuk mengigatkan semua pihak untuk terus mengawal Teluk Benoa yang memasuki batas akhir perijinannya. “jadi hal ini merupakan konsistensi kami dalam melindungi Teluk Benoa dari ancaman reklamasi dan sekaligus mengingatkan kita semua untuk memastikan 25 Agustus mendatang Teluk Benoa menang”.Imbuhnya.

Pemasangan Baliho BTR Oleh Desa Adat Renon 21-08-2018

Sebelumnya, Pada Minggu malam, tanggal 19 Agustus 2018 Desa Pakraman Denpasar yang dimotori oleh Angkatan Muda Pembela Ibu Pertiwi (Ampibi) mendirikan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa. baliho penolakan reklamasi tersebut didirikan di pertigaan setra badung sekitar pukul 21.00 wita. pendirian baliho berukuran 2×3 meter tersebut dikordinatori oleh I Wayan Gede Sugiartha. Ia menegaskan bahwa pendirian baliho ini merupakan rentetan dari pendirian baliho yag sempat kita dirikan di beberapa titik di kota Denpasar. Berdirinya baliho ini merupakan wujud dari konsistensi dan kebulatan tekad kita dalam menjaga Teluk Benoa agar terbebas dari ancaman reklamasi. “kami akan mengawal hingga 25 Agustus nanti agar AMDAL dinyatakan tidak layak dan Teluk Benoa menang” Tegasnya.

Pemasangan Baliho BTR OLIH Desa Pekraman Denpasar 19-08-2018

Hal serupa, pada dihari yang sama juga terdapat pendirian baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa di Desa Adat Medahan Gianyar, serta himbauan bahwa tanggal 25 Agustus 2018 mendatang Ijin lokasi milik investor akan habis dan AMDAL akan tumbang Teluk benoa menang. Pemasangan baliho tersebut  berlokasi diperempatan Pantai Masceti, Medahan Gianyar.

Pemasangan Baliho BTR Oleh Desa Adat Medahan 19-08-2018

Pemasangan baliho oleh Desa Adat dan komunitas-komunitas terus berlipat ganda. Sejak minggu malam (19/08) hingga hari ini (21/08) tercatat ada 4 Desa adat yg mendirikan baliho dan tersebar di berbagai titik, di Kabupaten Badung, Gianyar dan Kota Denpasar.

Di Kabupaten Badung, Selasa 21 Agustus 2018, pagi hari sekitar pukul 10.00 wita, Desa Adat Ungasan mendirikan sebuah baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa. Desa Adat Ungasan merupakan salah satu desa yang berada di Bali Selatan dan berdekatan dengan Teluk Benoa. Baliho berukuran 4×3 meter didirikan di depan Kantor Desa Ungasan. Koordinator aksi pemasangan baliho tersebut Made Budiasa menjelaskan bahwa pemasangan baliho ini dilakukan guna merespon batas akhir ijin lokasi reklamasi pada tanggal 25 Agustus mendatang. “aktivitas pendirian baliho ini adalah sebagai bentuk perlawanan dan konsistensi kami di Desa Adat Ungasan dalam menolak reklamasi Teluk Benoa. tanggal  25 Agustus 2018 merupakan batas akhir sekaligus habisnya izin reklamasi yang saat ini dipegang investor. Apabila AMDAL tumbang, maka niscaya Teluk Benoa akan menang”. ujarnya.

 WhatsApp Image 2018-08-22 at 00.41.41

Pada sore harinya, pemasangan baliho berlanjut ke Kota Denpasar. Sekitar pukul 17.00 wita Desa Adat Renon mendirikan baliho penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. Baliho yang bertuliskan “25 Agustus 2018 AMDAL tidak layak, izin lokasi tumbang dan Teluk Benoa menang” tersebut didirikan di beberapa titik Desa Adat Renon yakni di Jalan Raya Puputan Bundaran Renon dan diCatuspata Pasar Renon. I Wayan Hendra Suardana menyatakan pendirian baliho berukuran 2×3 meter selain sebagai bentuk kosistensi sikap juga untuk mengigatkan semua pihak untuk terus mengawal Teluk Benoa yang memasuki batas akhir perijinannya. “jadi hal ini merupakan konsistensi kami dalam melindungi Teluk Benoa dari ancaman reklamasi dan sekaligus mengingatkan kita semua untuk memastikan 25 Agustus mendatang Teluk Benoa menang”.Imbuhnya.

Pemasangan Baliho BTR Oleh Desa Adat Renon 21-08-2018

Sebelumnya, Pada Minggu malam, tanggal 19 Agustus 2018 Desa Pakraman Denpasar yang dimotori oleh Angkatan Muda Pembela Ibu Pertiwi (Ampibi) mendirikan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa. baliho penolakan reklamasi tersebut didirikan di pertigaan setra badung sekitar pukul 21.00 wita. pendirian baliho berukuran 2×3 meter tersebut dikordinatori oleh I Wayan Gede Sugiartha. Ia menegaskan bahwa pendirian baliho ini merupakan rentetan dari pendirian baliho yag sempat kita dirikan di beberapa titik di kota Denpasar. Berdirinya baliho ini merupakan wujud dari konsistensi dan kebulatan tekad kita dalam menjaga Teluk Benoa agar terbebas dari ancaman reklamasi. “kami akan mengawal hingga 25 Agustus nanti agar AMDAL dinyatakan tidak layak dan Teluk Benoa menang” Tegasnya.

Pemasangan Baliho BTR OLIH Desa Pekraman Denpasar 19-08-2018

Hal serupa, pada dihari yang sama juga terdapat pendirian baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa di Desa Adat Medahan Gianyar, serta himbauan bahwa tanggal 25 Agustus 2018 mendatang Ijin lokasi milik investor akan habis dan AMDAL akan tumbang Teluk benoa menang. Pemasangan baliho tersebut  berlokasi diperempatan Pantai Masceti, Medahan Gianyar.

Pemasangan Baliho BTR Oleh Desa Adat Medahan 19-08-2018