Januari 21st, 2018 // ForBALI

2018 Pemuda Kesiman Siap Menangkan Teluk Benoa

Foto Pendirian baliho Tolak Reklamasi oleh Forum Pemuda Kesiman 21 Januari 2018 (2)

Di tengah hiruk-pikuk pemenangan calon Gubernur Bali 2018, semangat dalam memperjuangkan pembatalan reklamasi Teluk Benoa terus menggeliat.

Hal ini ditunjukkan oleh para pemuda dari Desa Pekraman Kesiman dengan mendirikan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa pada Sabtu, 21 Januari 2018 di Jl. WR. Supratman (di depan lapangan menembak). Pendirian baliho ini dikoordinir oleh Forum Pemuda Kesiman yang selama ini menjadi penggerak perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa di Kesiman.

Ketika ditemui saat pemasangan baliho, A.A Ngurah Anom Sanjaya, Wakil Ketua Forum Pemuda Kesiman menjelaskan bahwa pemasangan baliho tersebut sebagai pesan bahwa warga Desa Pekraman Kesiman yang telah menyatakan secara resmi menolak reklamasi Teluk Benoa tak pernah lelah memperjuangkan pembatalan proyek reklamasi Teluk Benoa.

“Perjuangan ini sudah memasuki tahun kelima, walaupun selama ini tidak ada dukungan dari legislatif dan eksekutif kita akan terus bergerak bersama masyarakat adat lainnya di Bali untuk memenangkan Teluk Benoa,” tambah Wah Anom panggilan akrabnya.

Terpantau saat gerimis mulai turun namun pemasangan baliho tetap dilanjutkan sampai selesai. I Wayan Rudita, ST sebagai penasehat Forum Pemuda Kesiman yang juga ikut serta dalam pemasangan baliho memberikan penjelasan lebih lanjut, tahun 2018 adalah tahun penentuan perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa.

“Tanggal 25 Agustus 2018 adalah batas akhir izin lokasi reklamasi Teluk Benoa yang dipegang PT. TWBI, sampai saat ini amdal proyek tersebut belum lulus karena faktor sosial budaya yaitu adanya penolakan dari masyarakat. Sehingga kita harus terus bergerak melakukan perlawanan, dan kami para pemuda Kesiman siap memenangkan Teluk Benoa,” tegasnya.

Disampaikan juga pemasangan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa di wilayah Desa Pekraman Kesiman akan berlanjut di beberapa titik lokasi pada hari-hari berikutnya.

Foto Pendirian baliho Tolak Reklamasi oleh Forum Pemuda Kesiman 21 Januari 2018 (2)

Di tengah hiruk-pikuk pemenangan calon Gubernur Bali 2018, semangat dalam memperjuangkan pembatalan reklamasi Teluk Benoa terus menggeliat.

Hal ini ditunjukkan oleh para pemuda dari Desa Pekraman Kesiman dengan mendirikan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa pada Sabtu, 21 Januari 2018 di Jl. WR. Supratman (di depan lapangan menembak). Pendirian baliho ini dikoordinir oleh Forum Pemuda Kesiman yang selama ini menjadi penggerak perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa di Kesiman.

Ketika ditemui saat pemasangan baliho, A.A Ngurah Anom Sanjaya, Wakil Ketua Forum Pemuda Kesiman menjelaskan bahwa pemasangan baliho tersebut sebagai pesan bahwa warga Desa Pekraman Kesiman yang telah menyatakan secara resmi menolak reklamasi Teluk Benoa tak pernah lelah memperjuangkan pembatalan proyek reklamasi Teluk Benoa.

“Perjuangan ini sudah memasuki tahun kelima, walaupun selama ini tidak ada dukungan dari legislatif dan eksekutif kita akan terus bergerak bersama masyarakat adat lainnya di Bali untuk memenangkan Teluk Benoa,” tambah Wah Anom panggilan akrabnya.

Terpantau saat gerimis mulai turun namun pemasangan baliho tetap dilanjutkan sampai selesai. I Wayan Rudita, ST sebagai penasehat Forum Pemuda Kesiman yang juga ikut serta dalam pemasangan baliho memberikan penjelasan lebih lanjut, tahun 2018 adalah tahun penentuan perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa.

“Tanggal 25 Agustus 2018 adalah batas akhir izin lokasi reklamasi Teluk Benoa yang dipegang PT. TWBI, sampai saat ini amdal proyek tersebut belum lulus karena faktor sosial budaya yaitu adanya penolakan dari masyarakat. Sehingga kita harus terus bergerak melakukan perlawanan, dan kami para pemuda Kesiman siap memenangkan Teluk Benoa,” tegasnya.

Disampaikan juga pemasangan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa di wilayah Desa Pekraman Kesiman akan berlanjut di beberapa titik lokasi pada hari-hari berikutnya.