November 13th, 2017 // ForBALI

Tetap Siaga, Pemuda Geriana Kauh Dirikan Baliho Tolak Reklamasi

Dokumentasi BLC Geriana Kauh 01

Setelah kembali ke desanya karena penurunan aktivitas Gunung Agung dari status Awas menjadi Siaga, sejumlah pemuda yang tergabung dalam Batu Lumbang Community (BLC) Banjar Geriana Kauh, Desa Selat Duda Utara, Kecamatan Selat Duda, Karangasem, mendirikan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa di perbatasan desa pada 11 November 2017.

I Komang Suparta, salah seorang pemuda yang ikut serta dalam pendirian baliho menyampaikan bahwa walaupun mereka berada di daerah pegunungan, mereka juga turut menyuarakan penolakan reklamasi karena rencana reklamasi Teluk Benoa tidak saja akan merusak daerah pesisir di Teluk Benoa saja namun memberikan dampak negatif pada Pulau Bali secara keseluruhan.

Ketua Batu Lumbang Comunity (BLC) I Ketut Darmayasa, menjelaskan kegiatan yang mereka lakukan sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap alam dan sosial budaya Pulau Bali serta tetap waspada terhadap manuver pereklamasi.

“Inilah bentuk kepedulian kami dari pegunungan. Di tengah-tengah kesiagaan terhadap aktivitas Gunung Agung, kita harus tetap waspada terhadap manuver-manuver mereka serta kami juga meminta agar Gubernur Bali tidak menerbitkan surat rekomendasi untuk TWBI,” lanjutnya.

Dokumentasi BLC Geriana Kauh 01

Setelah kembali ke desanya karena penurunan aktivitas Gunung Agung dari status Awas menjadi Siaga, sejumlah pemuda yang tergabung dalam Batu Lumbang Community (BLC) Banjar Geriana Kauh, Desa Selat Duda Utara, Kecamatan Selat Duda, Karangasem, mendirikan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa di perbatasan desa pada 11 November 2017.

I Komang Suparta, salah seorang pemuda yang ikut serta dalam pendirian baliho menyampaikan bahwa walaupun mereka berada di daerah pegunungan, mereka juga turut menyuarakan penolakan reklamasi karena rencana reklamasi Teluk Benoa tidak saja akan merusak daerah pesisir di Teluk Benoa saja namun memberikan dampak negatif pada Pulau Bali secara keseluruhan.

Ketua Batu Lumbang Comunity (BLC) I Ketut Darmayasa, menjelaskan kegiatan yang mereka lakukan sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap alam dan sosial budaya Pulau Bali serta tetap waspada terhadap manuver pereklamasi.

“Inilah bentuk kepedulian kami dari pegunungan. Di tengah-tengah kesiagaan terhadap aktivitas Gunung Agung, kita harus tetap waspada terhadap manuver-manuver mereka serta kami juga meminta agar Gubernur Bali tidak menerbitkan surat rekomendasi untuk TWBI,” lanjutnya.