Desember 15th, 2017 // ForBALI

STT. Dharma Bakti Kobarkan Semangat Tolak Reklamasi

STT Dharma Bhakti 24 Dirikan Baliho Tolak Reklamasi Desember 2017

Pemuda STT. DHARMA BAKTI Banjar Puseh Desa Melaya, Jembrana mendirikan baliho baru penolakan reklamasi Teluk Benoa. Baliho baru tersebut dipasang untuk menggantikan baliho lama yang telah usang. Pemasangan baliho dilakukan mulai sekitar pukul 17.00 WITA pada 24 Desember 2017.

Baliho baru penolakan reklamasi Teluk Benoa ini terpasang di pengkolan timur kantor camat melaya. Pemasangan baliho berukuran 3×1,5 meter ini berisikan pesan penolakan reklamasi Teluk Benoa dan tuntutan pembatalan Perpres Nomor 51 Tahun 2014.

I Ketut Ardika, Koordinator dan sekaligus mewakili STT. Dharma Bhakti menjelaskan bahwa pembaharuan baliho tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap gerakan penolakan reklamasi Teluk Benoa yang sudah memasuki tahun kelima. Ia menegaskan sebagai generasi muda, sudah sepantasnya kita mempertahankan apa yang sepatutnya dipertahankan. “Jadilah pemuda yg konsiten. Sekali menyuarakan penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa, semangat ini takkan terhenti,” pungkasnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah Koordinator Umum ForBALI, I Wayan Gendo Suardana mengapresiasi aksi pemasangan Baliho tersebut sebagai bentuk konsistensi perjuangan pemuda di Bali Barat. Menurut Gendo STT. Dharma Bakti Banjar Puseh Desa Melaya, Jembrana adalah satu pemuda adat yang punya konsisten terlibat dalam gerakan penolakan reklamasi Teluk Benoa.

“Dari awal mereka adalh pelopor gerakan di wilayah Bali Barat dan mereka salah satu contoh bagaimana bergerak demi alam Bali tanpa tedeng aling-aling. Sebagai pimpinan organisasi, saya sangat mengapresiasi tindakan mereka,” ujar Gendo.

STT Dharma Bhakti 24 Dirikan Baliho Tolak Reklamasi Desember 2017

Pemuda STT. DHARMA BAKTI Banjar Puseh Desa Melaya, Jembrana mendirikan baliho baru penolakan reklamasi Teluk Benoa. Baliho baru tersebut dipasang untuk menggantikan baliho lama yang telah usang. Pemasangan baliho dilakukan mulai sekitar pukul 17.00 WITA pada 24 Desember 2017.

Baliho baru penolakan reklamasi Teluk Benoa ini terpasang di pengkolan timur kantor camat melaya. Pemasangan baliho berukuran 3×1,5 meter ini berisikan pesan penolakan reklamasi Teluk Benoa dan tuntutan pembatalan Perpres Nomor 51 Tahun 2014.

I Ketut Ardika, Koordinator dan sekaligus mewakili STT. Dharma Bhakti menjelaskan bahwa pembaharuan baliho tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap gerakan penolakan reklamasi Teluk Benoa yang sudah memasuki tahun kelima. Ia menegaskan sebagai generasi muda, sudah sepantasnya kita mempertahankan apa yang sepatutnya dipertahankan. “Jadilah pemuda yg konsiten. Sekali menyuarakan penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa, semangat ini takkan terhenti,” pungkasnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah Koordinator Umum ForBALI, I Wayan Gendo Suardana mengapresiasi aksi pemasangan Baliho tersebut sebagai bentuk konsistensi perjuangan pemuda di Bali Barat. Menurut Gendo STT. Dharma Bakti Banjar Puseh Desa Melaya, Jembrana adalah satu pemuda adat yang punya konsisten terlibat dalam gerakan penolakan reklamasi Teluk Benoa.

“Dari awal mereka adalh pelopor gerakan di wilayah Bali Barat dan mereka salah satu contoh bagaimana bergerak demi alam Bali tanpa tedeng aling-aling. Sebagai pimpinan organisasi, saya sangat mengapresiasi tindakan mereka,” ujar Gendo.