Januari 27th, 2018 // ForBALI

Pemuda Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan Konsisten Memenangkan Teluk Benoa

Foto pendirian baliho pemuda Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan (3)

Memasuki tahun 2018 aksi-aksi penolakan reklamasi Teluk Benoa terus bergelora. Kali ini pemuda di Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan, pulau kecil di selatan Pulau Bali yang masuk wilayah Kabupaten Klungkung mendirikan 5 buah baliho sejak beberapa hari ini.

Dimulai pada 23 Januari 2018 pemasangan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa dilakukan di Ceningan Kangin, kemudian pada 24 Januari 2018 dilakukan di Lembongan oleh Komunitas Cucu Leak Dungun dan di Ceningan oleh Komunitas Ceningan Bersatu, keesokan harinya 25 Januari 2018 pemasangan kembali dilakukan di Lembongan dan pada 26 Januari juga dilakukan pemasangan di Lembongan.

I Gede Ardika, pemuda yang mengkoordinir pemasangan baliho di Ceningan pada 23 Januari 2018 menyampaikan bahwa pemasangan baliho yang mereka lakukan sebagai wujud dari penolakan keras para pemuda di Nusa Ceningan untuk menolak reklamasi Teluk Benoa. “Bercermin pada reklamasi Pulau Serangan, kami tidak mau kehilangan pantai-pantai di Pulau Bali umumnya serta Lembongan dan Ceningan khususnya yang mengalami abrasi besar-besaran serta mengalami kerusakan ekosistem,” jelasnya

I Wayan Budi Sukarta, pemuda Lembongan yang mengkoordinir pemasangan baliho pada 25 Januari 2018 mengungkapkan kegiatan penolakan reklamasi Teluk Benoa oleh pemuda di Lembongan merupakan murni dari hati nurani pemuda. “Kegiatan yang kami lakukan ini murni dari hati tidak ada yang menunggangi karena kami anak pulau yang menginginkan Bali tetap lestari tanpa reklamasi,” ungkapnya.

Sedangkan I Wayan Budiarsana, yang mengkoordinir pemasangan baliho di Lembongan pada 26 Januari 2018 mengatakan bahwa para pemuda di Lembongan dan Ceningan siap bersama-sama rakyat Bali lainnya untuk memenangkan pembatalan reklamasi Teluk Benoa dengan terus menjaga semangat perjuangan di kalangan pemuda.

“Kami tahu perjuangan ini tidak mudah sehingga semangat perlu terus dikobarkan, untuk itu kami akan terus melakukan aksi-aksi penolakan reklamasi Teluk Benoa di Ceningan dan Lembongan untuk memenangkan Teluk Benoa,” jelas Wayan.

Foto pendirian baliho pemuda Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan (3)

Memasuki tahun 2018 aksi-aksi penolakan reklamasi Teluk Benoa terus bergelora. Kali ini pemuda di Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan, pulau kecil di selatan Pulau Bali yang masuk wilayah Kabupaten Klungkung mendirikan 5 buah baliho sejak beberapa hari ini.

Dimulai pada 23 Januari 2018 pemasangan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa dilakukan di Ceningan Kangin, kemudian pada 24 Januari 2018 dilakukan di Lembongan oleh Komunitas Cucu Leak Dungun dan di Ceningan oleh Komunitas Ceningan Bersatu, keesokan harinya 25 Januari 2018 pemasangan kembali dilakukan di Lembongan dan pada 26 Januari juga dilakukan pemasangan di Lembongan.

I Gede Ardika, pemuda yang mengkoordinir pemasangan baliho di Ceningan pada 23 Januari 2018 menyampaikan bahwa pemasangan baliho yang mereka lakukan sebagai wujud dari penolakan keras para pemuda di Nusa Ceningan untuk menolak reklamasi Teluk Benoa. “Bercermin pada reklamasi Pulau Serangan, kami tidak mau kehilangan pantai-pantai di Pulau Bali umumnya serta Lembongan dan Ceningan khususnya yang mengalami abrasi besar-besaran serta mengalami kerusakan ekosistem,” jelasnya

I Wayan Budi Sukarta, pemuda Lembongan yang mengkoordinir pemasangan baliho pada 25 Januari 2018 mengungkapkan kegiatan penolakan reklamasi Teluk Benoa oleh pemuda di Lembongan merupakan murni dari hati nurani pemuda. “Kegiatan yang kami lakukan ini murni dari hati tidak ada yang menunggangi karena kami anak pulau yang menginginkan Bali tetap lestari tanpa reklamasi,” ungkapnya.

Sedangkan I Wayan Budiarsana, yang mengkoordinir pemasangan baliho di Lembongan pada 26 Januari 2018 mengatakan bahwa para pemuda di Lembongan dan Ceningan siap bersama-sama rakyat Bali lainnya untuk memenangkan pembatalan reklamasi Teluk Benoa dengan terus menjaga semangat perjuangan di kalangan pemuda.

“Kami tahu perjuangan ini tidak mudah sehingga semangat perlu terus dikobarkan, untuk itu kami akan terus melakukan aksi-aksi penolakan reklamasi Teluk Benoa di Ceningan dan Lembongan untuk memenangkan Teluk Benoa,” jelas Wayan.