ForBALI Desak Presiden Segara Cabut Perpres.
Tanpa henti, pembungkaman terhadap aspirasi penolakan reklamasi Teluk Benoa terus terjadi. Pasca perusakan empat buah spanduk dan baliho sikap Desa Adat Tanjung Benoa yang sepakat untuk menolak reklamasi Teluk Benoa seluas 700 Ha pada Minggu 13 september 2015, kini perusakan kembali terjadi di wilayah lainnya. setidak-tidaknya terdapat 5 titik baliho tolak reklamasi Teluk Benoa yang dirusak di antaranya baliho tolak reklamasi Teluk Benoa milik Desa Adat kelan, STT Sadarana dharma Banjar Pelasa Kuta, pemuda suwung kauh, Forum Kuta Perjuangan dan juga baliho tolak reklamasi milik Jalak Sidakarya.

I Wayan Putra Somali, Koordinator Jalak Sidakarya mengencam perusakan baliho yang merupakan simbol penolakannya terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. Ia juga menyayangkan upaya pembungkaman yang terus terjadi terhadap aspirasi masyarakat bali yang menolak reklamasi Teluk Benoa. menurutnya, di Sidakarya perusakan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa telah terjadi sebanyak 3 kali. “jika perusakan baliho adalah cara yang digunakan untuk membungkam kami maka jangan lagi pernah berharap karena kami tidak akan memadamkan api perlawanan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa” seru Somali.
Agung Arya, Koordintor Forum Kuta Perjuangan menyatakan pembungkaman ini telah juga telah terjadi berulang kali dan tidak tahun ini saja. “perusakan terhadap baliho tolak reklamasi mencerminkan rencana reklamasi Teluk Benoa yang anti terhadap suara penolakan sehingga baliho-baliho penolakan di berangus” paparnya.
Pemberangusan baliho-baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa tidak akan menyurutkan langkah Forum Kuta Perjuangan (FKP) untuk menolak reklamasi Teluk Benoa. “robek, pasang lagi, dirusak, pasang lagi dan kami tidak mundur sedikitpun, kami tetap menolak rekamasi Teluk Benoa” ungkapnya.
Senada dengan yang disampaikan Koordinator Forum Kuta Perjuangan, Kadek Bobby Susila, Pemuda Suwung Kauh menyampaikan perusakan baliho diwilayahnya bukan kali pertama. Bahkan menurutnya ini adalah kejadian yang ke dua belas (ke-12) kalinya. “untuk ke 12 kalinya simbol penolakan kami terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa dirusak” ungkap Bobby. “Kami akan menegakkan kembali simbol perlawanan kami dan penolakan ini tidak akan berhenti sampai rencana reklamasi Teluk Benoa dibatalkan dan perpres 51 tahun 2014 dicabut” ujar Bobby.

Booby menyerukan kepada seluruh pemuda dan rakyat bali untuk segera bersikap dan secara bersama-sama melawan rencana reklamasi Teluk Benoa. ”Kita semua harus melawan berbagai upaya pembungkaman ini, mereka menggunakan cara-cara kotor untuk memuluskan reklamasi Teluk Benoa sehingga rencana reklamasi Teluk Benoa harus dilawan sampai nanti rencana mengubur laut itu dihentikan” Ujarnya.
Di konfirmasi terpisah, ForBALI melalui Suriadi Darmoko Koordinator Divisi Politik ForBALI mengecam perusakan baliho-baliho tolak reklamasi Teluk Benoa yang merupakan aspirasi rakyat Bali. kejadian ini adalah yang enam kalinya di bulan September ini, dua kejadian diantaranya menyasar Desa Adat Tanjung Benoa dan juga Desa Adat Kelan. Ia menyampaikan perusakan baliho-baliho penolakan reklamasi adalah upaya pembungkaman terhadap aspirasi penolakan reklamasi Teluk Benoa. pembungkaman semacam ini menurutnya akan terus terjadi jika akar dari masalahnya tidak diselesaikan. “akar masalahnya itu Perpres 51 tahun 2014 dan rencana reklamasi Teluk Benoa, jika Perpres tidak segera segera dicabut dan rencana reklamasi tidak dihentikan maka pembungkaman terhadap aspirasi penolakan reklamasi Teluk Benoa akan terus dilakukan” paparnya.

ForBALI meminta Presiden Jokowi mengambil tindakan tegas untuk segera mencabut perpres 51 tahun 2014 dan segera menghentikan rencana reklamasi Teluk Benoa. “Pencabutan Perpres 51 tahun 2014 untuk menghentikan rencana reklamasi Teluk Benoa dan adalah tindakan mendesak yang harus dilakukan oleh Presiden Jokowi” desaknya.
ForBALI Desak Presiden Segara Cabut Perpres.
Tanpa henti, pembungkaman terhadap aspirasi penolakan reklamasi Teluk Benoa terus terjadi. Pasca perusakan empat buah spanduk dan baliho sikap Desa Adat Tanjung Benoa yang sepakat untuk menolak reklamasi Teluk Benoa seluas 700 Ha pada Minggu 13 september 2015, kini perusakan kembali terjadi di wilayah lainnya. setidak-tidaknya terdapat 5 titik baliho tolak reklamasi Teluk Benoa yang dirusak di antaranya baliho tolak reklamasi Teluk Benoa milik Desa Adat kelan, STT Sadarana dharma Banjar Pelasa Kuta, pemuda suwung kauh, Forum Kuta Perjuangan dan juga baliho tolak reklamasi milik Jalak Sidakarya.

I Wayan Putra Somali, Koordinator Jalak Sidakarya mengencam perusakan baliho yang merupakan simbol penolakannya terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. Ia juga menyayangkan upaya pembungkaman yang terus terjadi terhadap aspirasi masyarakat bali yang menolak reklamasi Teluk Benoa. menurutnya, di Sidakarya perusakan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa telah terjadi sebanyak 3 kali. “jika perusakan baliho adalah cara yang digunakan untuk membungkam kami maka jangan lagi pernah berharap karena kami tidak akan memadamkan api perlawanan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa” seru Somali.
Agung Arya, Koordintor Forum Kuta Perjuangan menyatakan pembungkaman ini telah juga telah terjadi berulang kali dan tidak tahun ini saja. “perusakan terhadap baliho tolak reklamasi mencerminkan rencana reklamasi Teluk Benoa yang anti terhadap suara penolakan sehingga baliho-baliho penolakan di berangus” paparnya.
Pemberangusan baliho-baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa tidak akan menyurutkan langkah Forum Kuta Perjuangan (FKP) untuk menolak reklamasi Teluk Benoa. “robek, pasang lagi, dirusak, pasang lagi dan kami tidak mundur sedikitpun, kami tetap menolak rekamasi Teluk Benoa” ungkapnya.
Senada dengan yang disampaikan Koordinator Forum Kuta Perjuangan, Kadek Bobby Susila, Pemuda Suwung Kauh menyampaikan perusakan baliho diwilayahnya bukan kali pertama. Bahkan menurutnya ini adalah kejadian yang ke dua belas (ke-12) kalinya. “untuk ke 12 kalinya simbol penolakan kami terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa dirusak” ungkap Bobby. “Kami akan menegakkan kembali simbol perlawanan kami dan penolakan ini tidak akan berhenti sampai rencana reklamasi Teluk Benoa dibatalkan dan perpres 51 tahun 2014 dicabut” ujar Bobby.

Booby menyerukan kepada seluruh pemuda dan rakyat bali untuk segera bersikap dan secara bersama-sama melawan rencana reklamasi Teluk Benoa. ”Kita semua harus melawan berbagai upaya pembungkaman ini, mereka menggunakan cara-cara kotor untuk memuluskan reklamasi Teluk Benoa sehingga rencana reklamasi Teluk Benoa harus dilawan sampai nanti rencana mengubur laut itu dihentikan” Ujarnya.
Di konfirmasi terpisah, ForBALI melalui Suriadi Darmoko Koordinator Divisi Politik ForBALI mengecam perusakan baliho-baliho tolak reklamasi Teluk Benoa yang merupakan aspirasi rakyat Bali. kejadian ini adalah yang enam kalinya di bulan September ini, dua kejadian diantaranya menyasar Desa Adat Tanjung Benoa dan juga Desa Adat Kelan. Ia menyampaikan perusakan baliho-baliho penolakan reklamasi adalah upaya pembungkaman terhadap aspirasi penolakan reklamasi Teluk Benoa. pembungkaman semacam ini menurutnya akan terus terjadi jika akar dari masalahnya tidak diselesaikan. “akar masalahnya itu Perpres 51 tahun 2014 dan rencana reklamasi Teluk Benoa, jika Perpres tidak segera segera dicabut dan rencana reklamasi tidak dihentikan maka pembungkaman terhadap aspirasi penolakan reklamasi Teluk Benoa akan terus dilakukan” paparnya.

ForBALI meminta Presiden Jokowi mengambil tindakan tegas untuk segera mencabut perpres 51 tahun 2014 dan segera menghentikan rencana reklamasi Teluk Benoa. “Pencabutan Perpres 51 tahun 2014 untuk menghentikan rencana reklamasi Teluk Benoa dan adalah tindakan mendesak yang harus dilakukan oleh Presiden Jokowi” desaknya.





