Makin masifnya penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa oleh di kalangan pemuda adat di Bali, menjadi dasar inisiatif para pemuda adat Bali untuk menggelar Paruman Agung Sekaa Teruna-Teruni Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa pada Minggu (30/10). Acara berlangsung selama kurang lebih delapan jam, dari pukul 08.00 – 16.00 Wita di Gedung Dirgahayu, Desa Adat Sumerta Denpasar. Para pemuda adat telah menghasilkan poin-poin penting untuk gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa yaitu pembentukan forum komunikasi dan koordinasi di antara para sekaa teruna-teruni yang menolak reklamasi Teluk Benoa.
A.A Ngurah Anom Sanjaya selaku ketua panitia pelaksana pertemuan ini menegaskan acara ini dilaksanakan atas dasar kebutuhan untuk melakukan komunikasi dan koordinasi Sekaa Teruna-Teruni yang tegas menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. “Sebanyak 214 sekaa teruna-teruni yang kita undang adalah mereka yang telah menyatakan dengan tegas menolak reklamasi Teluk Benoa dengan cara mendirikan baliho, membuat surat pernyataan sikap/berita acara hasil paruman atau rapat adat Sekaa Teruna-Teruni yang memutuskan menolak rencana reklamasi Teluk Benoa,” ujar pemuda yang akrab disapa Wah Anom tersebut.
Perwakilan Jro Bendesa Desa Adat Sumerta, I Ketut Rena, di dalam sambutannya menyampaikan pertemuan lintas Sekaa Teruna Teruni merupakan suatu keharusan. Desa Adat yang juga tergabung di dalam Pasubayan Desa Adat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa ini juga mengajak seluruh komponen pemuda untuk terus bersolidaritas dan dan berjuang menolak reklamasi Teluk Benoa agar semakin banyak sekaa teruna teruni lain yang ikut bersikap dan berjuang.
“Acara ini patut kita lakukan untuk mengkoordinasikan seluruh pemuda di Bali agar turut bersolisaritas dan bersikap terhadap penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa. Dan makin banyak ada Sekaa Teruna-Teruni yang bersikap dan semangat berjuang,” ujar Prajuru Desa Adat Sumerta tersebut.
Kadek Suardana, panitia pelaksana kegiatan Paruman Agung STT menjelaskan sparuman telah menghasilkan keputusan penting untuk penolakan reklamasi Teluk Benoa. “Terbentuknya forum sebagai wadah kita bersama untuk komunikasi dan koordinasi di antara para sekaa teruna teruni sekaligus para koordinatornya,” ujar Dek Suar.
Paruman juga memilih koordinator umum yaitu Anak Agung Ngurah Anom Sanjaya. Pembentukan forum ini kemudian dideklarasikan bersama oleh seluruh sekaa teruna teruni yang hadir di paruman.
Selain itu juga Paruman Agung STT ini juga menghasilkan butir-butir pernyataan sikap untuk menolak reklamasi Teluk Benoa
Anak Agung Ngurah Anom Sanjaya, sebagai koordinator umum, menyampaikan Deklarasi Sumerta merupakan hasil keputusan Paruman Agung STT. Deklarasi tersebut menurutnya menjawab kebutuhan koordinasi dan komunikasi di antara STT yang selama ini menolak reklamasi Teluk Benoa dengan nama Paguyuban Sekaa Teruna Teruni Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa.
Tidak hanya menyampaikan deklarasi pembentukan organisasi, Nevo Prayogi selaku koordinator II Paguyuban STT juga menyampaikan pernyataan sikap Paguyuban STT Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa. Selain menyatakan konsistensi untuk terus menolak reklamasi Teluk Benoa dan meminta Presiden Jokowi untuk segera mencabut Perpres no 51 tahun 2014, pihaknya juga mengajak seluruh generasi muda untuk terlibat dalam pergerakan tolak reklamasi.
“Paguyuban STT Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa menyerukan kepada seluruh generasi muda dan sekaa teruna teruni di Bali untuk ikut serta bersama berjuang menolak reklamasi Teluk Benoa,” ujarnya.
Situasi yang berkembang belakangan inipun juga tidak lepas dari pantauan mereka. Secara tegas dan eksplisit di dalam poin ke enam dan ke tujuh dari pernyataan sikap, Paguyuban Sekaa Teruna Teruni Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa mengecam dan menuntut pihak-pihak terkait untuk menghentikan intimidasi dan kriminalisasi terhadap setiap orang yang terlibat di dalam gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa.
“Paguyuban Sekaa Teruna Teruni Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa berdasarkan hasil paruman mendesak kepada semua pihak untuk menghentikan upaya-upaya intimidasi terhadap gerakan Bali tolak reklamasi Teluk Benoa dan meminta aparat untuk menghentikan kriminalisasi terhadap setiap orang yang terlibat di dalam gerakan Bali tolak reklamasi Teluk Benoa,” pungkas Nevo Prayogi.
Makin masifnya penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa oleh di kalangan pemuda adat di Bali, menjadi dasar inisiatif para pemuda adat Bali untuk menggelar Paruman Agung Sekaa Teruna-Teruni Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa pada Minggu (30/10). Acara berlangsung selama kurang lebih delapan jam, dari pukul 08.00 – 16.00 Wita di Gedung Dirgahayu, Desa Adat Sumerta Denpasar. Para pemuda adat telah menghasilkan poin-poin penting untuk gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa yaitu pembentukan forum komunikasi dan koordinasi di antara para sekaa teruna-teruni yang menolak reklamasi Teluk Benoa.
A.A Ngurah Anom Sanjaya selaku ketua panitia pelaksana pertemuan ini menegaskan acara ini dilaksanakan atas dasar kebutuhan untuk melakukan komunikasi dan koordinasi Sekaa Teruna-Teruni yang tegas menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. “Sebanyak 214 sekaa teruna-teruni yang kita undang adalah mereka yang telah menyatakan dengan tegas menolak reklamasi Teluk Benoa dengan cara mendirikan baliho, membuat surat pernyataan sikap/berita acara hasil paruman atau rapat adat Sekaa Teruna-Teruni yang memutuskan menolak rencana reklamasi Teluk Benoa,” ujar pemuda yang akrab disapa Wah Anom tersebut.
Perwakilan Jro Bendesa Desa Adat Sumerta, I Ketut Rena, di dalam sambutannya menyampaikan pertemuan lintas Sekaa Teruna Teruni merupakan suatu keharusan. Desa Adat yang juga tergabung di dalam Pasubayan Desa Adat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa ini juga mengajak seluruh komponen pemuda untuk terus bersolidaritas dan dan berjuang menolak reklamasi Teluk Benoa agar semakin banyak sekaa teruna teruni lain yang ikut bersikap dan berjuang.
“Acara ini patut kita lakukan untuk mengkoordinasikan seluruh pemuda di Bali agar turut bersolisaritas dan bersikap terhadap penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa. Dan makin banyak ada Sekaa Teruna-Teruni yang bersikap dan semangat berjuang,” ujar Prajuru Desa Adat Sumerta tersebut.
Kadek Suardana, panitia pelaksana kegiatan Paruman Agung STT menjelaskan sparuman telah menghasilkan keputusan penting untuk penolakan reklamasi Teluk Benoa. “Terbentuknya forum sebagai wadah kita bersama untuk komunikasi dan koordinasi di antara para sekaa teruna teruni sekaligus para koordinatornya,” ujar Dek Suar.
Paruman juga memilih koordinator umum yaitu Anak Agung Ngurah Anom Sanjaya. Pembentukan forum ini kemudian dideklarasikan bersama oleh seluruh sekaa teruna teruni yang hadir di paruman.
Selain itu juga Paruman Agung STT ini juga menghasilkan butir-butir pernyataan sikap untuk menolak reklamasi Teluk Benoa
Anak Agung Ngurah Anom Sanjaya, sebagai koordinator umum, menyampaikan Deklarasi Sumerta merupakan hasil keputusan Paruman Agung STT. Deklarasi tersebut menurutnya menjawab kebutuhan koordinasi dan komunikasi di antara STT yang selama ini menolak reklamasi Teluk Benoa dengan nama Paguyuban Sekaa Teruna Teruni Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa.
Tidak hanya menyampaikan deklarasi pembentukan organisasi, Nevo Prayogi selaku koordinator II Paguyuban STT juga menyampaikan pernyataan sikap Paguyuban STT Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa. Selain menyatakan konsistensi untuk terus menolak reklamasi Teluk Benoa dan meminta Presiden Jokowi untuk segera mencabut Perpres no 51 tahun 2014, pihaknya juga mengajak seluruh generasi muda untuk terlibat dalam pergerakan tolak reklamasi.
“Paguyuban STT Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa menyerukan kepada seluruh generasi muda dan sekaa teruna teruni di Bali untuk ikut serta bersama berjuang menolak reklamasi Teluk Benoa,” ujarnya.
Situasi yang berkembang belakangan inipun juga tidak lepas dari pantauan mereka. Secara tegas dan eksplisit di dalam poin ke enam dan ke tujuh dari pernyataan sikap, Paguyuban Sekaa Teruna Teruni Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa mengecam dan menuntut pihak-pihak terkait untuk menghentikan intimidasi dan kriminalisasi terhadap setiap orang yang terlibat di dalam gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa.
“Paguyuban Sekaa Teruna Teruni Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa berdasarkan hasil paruman mendesak kepada semua pihak untuk menghentikan upaya-upaya intimidasi terhadap gerakan Bali tolak reklamasi Teluk Benoa dan meminta aparat untuk menghentikan kriminalisasi terhadap setiap orang yang terlibat di dalam gerakan Bali tolak reklamasi Teluk Benoa,” pungkas Nevo Prayogi.







