Januari 1st, 2018 // ForBALI

Berganti Tahun, Semangat Pemuda Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa Semakin Menggelora

Foto Pemasangan Baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa oleh Komunitas Pemuda Malaikat

Menjelang akhir tahun 2017, Pemuda Abiansemal, Kabupaten Badung kembali mengingatkan seluruh komponen masyarakat di Bali, jika perjuangan untuk menolak reklamasi Teluk Benoa masih panjang karena sampai saat ini, reklamasi Teluk Benoa belum juga dibatalkan. Hal tersebut disampaikan Gede Fajar Pramudiawan pasca pemasangan baliho tolak reklamasi di wilayah Desa Abiansemal.

Para Pemuda Abiansemal memasang baliho tak jauh dari lokasi deklarasi penolakan reklamasi Teluk Benoa yang mereka adakan pada tahun 2016. Dua buah baliho kokoh berdiri menyambut tahun baru 2018, “Abiansemal Tolak reklamasi Teluk Benoa, Batalkan Perpres No. 51 Tahun 2014” dipasang dalam dua hari berturut-turut, 30 dan 31 Desember 2017.

“Kami para pemuda Abiansemal terus mengingatkan semua pihak bahwa sampai saat ini reklamasi Teluk Benoa masih belum dibatalkan,” ujar pemuda yang akrab dipanggil Dedet tersebut.

Pihaknya menjelaskan, pemasangan dua buah baliho tersebut juga sebagai wujud konsistensi mereka dalam menolak reklamasi Teluk Benoa. Penolakan reklamasi Teluk Benoa akan berhenti jika reklamasi Teluk Benoa dibatalkan. “Di tahun baru 2018 akan memberikan semangat baru, tahun baru memberikan energi baru untuk terus mencapai cita-cita perjuangan. Kami bertekad, jika reklamasi Teluk Benoa dan Perpres Nomor 51 Tahun 2014 belum dibatalkan, maka aksi penolakan reklamasi tidak akan berhenti,” ujarnya.

Sementara itu, Gede Purinawa dan para pemuda Abiansemal lainnya juga mengajak seluruh komponen untuk terus berjuang menolak reklamasi Teluk Benoa. Ia juga meyakini bahwa semakin lama perjuangan akan semakin berat, tapi hal tersebut bagi mereka harus dijadikan pemicu untuk terus berjuang.

“Di tahun baru 2018, kami mengajak semua pihak untuk menjaga semangat dan terus konsisten memperjuangkan penolakan reklamasi Teluk Benoa,” ajaknya.

Selain di Abiansemal, semangat penolakan reklamasi Teluk Benoa juga datang dari para pemuda di Karangasem. Pada hari yang sama, di Karangasem juga berlangsung pemasangan Baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa tepatnya di Desa Adat Pasedahan, Karangasem, sebanyak dua Baliho. Satu baliho merupakan baliho milik Desa Adat Pasedahan dan satu lagi adalah baliho Komunitas Pemuda Semeto Malaikat, Desa Pasedahan.

Komang Subagiarta menjelaskan, pemasangan baliho Desa Adat Pesedahan tolak reklamasi Teluk Benoa untuk meregenerasi baliho lama yang sudah rusak termakan usia dan pemasangan balihonya dilakukan di perbatasan menuju Desa Adat Pasedahan. “Kami mendirikan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa, mengganti baliho yang sudah rusak. Memasang baliho tepat jelang pergantian tahun agar supaya tahun depan semangat kami dalam menolak reklamasi Teluk Benoa tetap terjaga. Perjuangan sudah memasuki tahun kelima, dan kami tetap akan konsisten menolak reklamasi Teluk Benoa bersama Pasubayan dan ForBALI,” ujarnya.

Komitmen yang sama juga disampaikan oleh Ketua Komunitas Pemuda, Semeton Malaikat, I Kadek Sugyan. Kedatangan Forum Pemuda Karangasem yang terlibat dalam pemasangan baliho menambah semangat mereka untuk terus solid dan terus bergerak untuk menolak reklamasi Teluk Benoa.

“Pemasangan baliho-baliho ini dihadiri juga oleh Forum Pemuda Karangsem (FPK) yang selama terus menyuarakan penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa sebagai bentuk dukungan moril terhadap para pemuda yang telah berani menunjukkan sikap demi Ibu Pertiwi,” pungkas Kadek.

Foto Pemasangan Baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa oleh Komunitas Pemuda Malaikat

Menjelang akhir tahun 2017, Pemuda Abiansemal, Kabupaten Badung kembali mengingatkan seluruh komponen masyarakat di Bali, jika perjuangan untuk menolak reklamasi Teluk Benoa masih panjang karena sampai saat ini, reklamasi Teluk Benoa belum juga dibatalkan. Hal tersebut disampaikan Gede Fajar Pramudiawan pasca pemasangan baliho tolak reklamasi di wilayah Desa Abiansemal.

Para Pemuda Abiansemal memasang baliho tak jauh dari lokasi deklarasi penolakan reklamasi Teluk Benoa yang mereka adakan pada tahun 2016. Dua buah baliho kokoh berdiri menyambut tahun baru 2018, “Abiansemal Tolak reklamasi Teluk Benoa, Batalkan Perpres No. 51 Tahun 2014” dipasang dalam dua hari berturut-turut, 30 dan 31 Desember 2017.

“Kami para pemuda Abiansemal terus mengingatkan semua pihak bahwa sampai saat ini reklamasi Teluk Benoa masih belum dibatalkan,” ujar pemuda yang akrab dipanggil Dedet tersebut.

Pihaknya menjelaskan, pemasangan dua buah baliho tersebut juga sebagai wujud konsistensi mereka dalam menolak reklamasi Teluk Benoa. Penolakan reklamasi Teluk Benoa akan berhenti jika reklamasi Teluk Benoa dibatalkan. “Di tahun baru 2018 akan memberikan semangat baru, tahun baru memberikan energi baru untuk terus mencapai cita-cita perjuangan. Kami bertekad, jika reklamasi Teluk Benoa dan Perpres Nomor 51 Tahun 2014 belum dibatalkan, maka aksi penolakan reklamasi tidak akan berhenti,” ujarnya.

Sementara itu, Gede Purinawa dan para pemuda Abiansemal lainnya juga mengajak seluruh komponen untuk terus berjuang menolak reklamasi Teluk Benoa. Ia juga meyakini bahwa semakin lama perjuangan akan semakin berat, tapi hal tersebut bagi mereka harus dijadikan pemicu untuk terus berjuang.

“Di tahun baru 2018, kami mengajak semua pihak untuk menjaga semangat dan terus konsisten memperjuangkan penolakan reklamasi Teluk Benoa,” ajaknya.

Selain di Abiansemal, semangat penolakan reklamasi Teluk Benoa juga datang dari para pemuda di Karangasem. Pada hari yang sama, di Karangasem juga berlangsung pemasangan Baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa tepatnya di Desa Adat Pasedahan, Karangasem, sebanyak dua Baliho. Satu baliho merupakan baliho milik Desa Adat Pasedahan dan satu lagi adalah baliho Komunitas Pemuda Semeto Malaikat, Desa Pasedahan.

Komang Subagiarta menjelaskan, pemasangan baliho Desa Adat Pesedahan tolak reklamasi Teluk Benoa untuk meregenerasi baliho lama yang sudah rusak termakan usia dan pemasangan balihonya dilakukan di perbatasan menuju Desa Adat Pasedahan. “Kami mendirikan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa, mengganti baliho yang sudah rusak. Memasang baliho tepat jelang pergantian tahun agar supaya tahun depan semangat kami dalam menolak reklamasi Teluk Benoa tetap terjaga. Perjuangan sudah memasuki tahun kelima, dan kami tetap akan konsisten menolak reklamasi Teluk Benoa bersama Pasubayan dan ForBALI,” ujarnya.

Komitmen yang sama juga disampaikan oleh Ketua Komunitas Pemuda, Semeton Malaikat, I Kadek Sugyan. Kedatangan Forum Pemuda Karangasem yang terlibat dalam pemasangan baliho menambah semangat mereka untuk terus solid dan terus bergerak untuk menolak reklamasi Teluk Benoa.

“Pemasangan baliho-baliho ini dihadiri juga oleh Forum Pemuda Karangsem (FPK) yang selama terus menyuarakan penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa sebagai bentuk dukungan moril terhadap para pemuda yang telah berani menunjukkan sikap demi Ibu Pertiwi,” pungkas Kadek.