{"id":2411,"date":"2014-08-11T12:21:25","date_gmt":"2014-08-11T12:21:25","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forbali.org\/?p=2411"},"modified":"2014-08-11T13:03:54","modified_gmt":"2014-08-11T13:03:54","slug":"aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/","title":{"rendered":"Aksi Menentang Reklamasi Teluk Benoa Berlanjut"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #666666;\"><strong>TEMPO.CO,<\/strong><\/span><span style=\"color: #111111;\">\u00a0<\/span><span style=\"color: #666666;\"><strong>Denpasar<\/strong><\/span><span style=\"color: #111111;\">\u00a0&#8211; Aksi berbagai kalangan masyarakat Bali untuk menentang reklamasi Teluk Benoa terus bergulir. Pada Jumat, 8 Agustus 2014, massa yang terdiri atas ratusan orang mendatangi kantor Gubernur Bali. Mereka menyampaikan penolakan terhadap rencana reklamasi kawasan seluas 814 hektare tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #111111;\"><a href=\"http:\/\/www.forbali.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/reklamasi_demo.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2413 aligncenter\" src=\"http:\/\/www.forbali.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/reklamasi_demo-300x200.jpg\" alt=\"reklamasi_demo\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"http:\/\/www.forbali.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/reklamasi_demo-300x200.jpg 300w, http:\/\/www.forbali.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/reklamasi_demo.jpg 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/span><br style=\"color: #111111;\" \/><br style=\"color: #111111;\" \/><span style=\"color: #111111;\">Massa memulai aksinya dengan melakukan\u00a0<\/span><em style=\"color: #111111;\">long march<\/em><span style=\"color: #111111;\">\u00a0dari area parkir timur Lapangan Renon. Dari sana, mereka menuju depan monumen perjuangan rakyat Bali, Bajra Sandhi, untuk menyampaikan orasi.<\/span><br style=\"color: #111111;\" \/><br style=\"color: #111111;\" \/><span style=\"color: #111111;\">Aksi selanjutnya difokuskan di depan kantor Gubenur. Selain berorasi, mereka menggelar aksi teatrikal, pembacaan puisi, hingga pertunjukan tari kecak. Berbagai atribut, seperti spanduk dan poster, dibawa oleh peserta aksi damai yang menggunakan ikat kepala khas Bali (<\/span><em style=\"color: #111111;\">udeng<\/em><span style=\"color: #111111;\">).<\/span><br style=\"color: #111111;\" \/><br style=\"color: #111111;\" \/><span style=\"color: #111111;\">Dalam orasi, mereka mendesak Gubenur Bali Made Mangku Pastika dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mencabut Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2014 tentang rencana tata ruang kawasan perkotaan yang meliputi Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita).<\/span><br style=\"color: #111111;\" \/><br style=\"color: #111111;\" \/><span style=\"color: #111111;\">Mereka menilai peraturan tersebut sebagai suatu bentuk pengkhianatan pemerintah terhadap undang-undang yang melindungi kawasan konservasi.<\/span><br style=\"color: #111111;\" \/><br style=\"color: #111111;\" \/><span style=\"color: #111111;\">Koordinator lapangan unjuk rasa, I Wayan Widiantara, menegaskan bahwa penolakan terhadap reklamasi bukan merupakan sikap anti terhadap pembangunan Bali.<\/span><br style=\"color: #111111;\" \/><br style=\"color: #111111;\" \/><span style=\"color: #111111;\">\u201cPembangunan harus memperhatikan daya dukung dan daya tampung Bali. Jika reklamasi tetap dilaksanakan demi kepentingan pariwisata, maka pariwisata Bali merusak alam,\u201d kata pria yang akrab dipanggil Nonik ini saat berorasi.<\/span><br style=\"color: #111111;\" \/><br style=\"color: #111111;\" \/><span style=\"color: #111111;\">Aksi juga diikuti oleh kelompok masyarakat Desa Sidakarya yang menamakan diri Jalak Sidakarya, perwakilan masyarakat Desa Tanjung Benoa, Kedonganan, Adat Kelan, serta Kelompok Nelayan Tanjung Sari.<\/span><br style=\"color: #111111;\" \/><br style=\"color: #111111;\" \/><span style=\"color: #111111;\">Mereka khawatir, jika tetap dilakukan, reklamasi akan menimbulkan dampak sosial, ekonomi, dan budaya bagi masyarakat Bali. Selain itu, dampak berupa banjir rob juga menghantui kawasan pesisir desa mereka.<\/span><br style=\"color: #111111;\" \/><br style=\"color: #111111;\" \/><span style=\"color: #111111;\">\u201cKami dari Jalak Sidakarya bersama seluruh masyarakat Desa Sidakarya, sampai kapan pun akan menolak reklamasi Teluk Benoa,\u201d ujar salah seorang anggota Jalak Sidakarya.<\/span><br style=\"color: #111111;\" \/><br style=\"color: #111111;\" \/><span style=\"color: #111111;\">Pengurus Desa Adat Kelan dan Kelompok Nelayan Tanjung Sari, Nyoman Wada, menjelaskan, Desa Adat Kelan bakal menjadi daerah pertama yang terkena dampak reklamasi. \u201cAir laut akan naik ke desa kami,\u201d ucapnya. Karena itu, berdasarkan musyawarah (<\/span><em style=\"color: #111111;\">paruman<\/em><span style=\"color: #111111;\">), warga desa tersebut tegas menolak reklamasi Teluk Benoa.<\/span><br style=\"color: #111111;\" \/><br style=\"color: #111111;\" \/><span style=\"color: #111111;\">Peserta aksi lainnya, Made Sukerta, mengkhawatirkan dampak sosial akibat pembangunan kawasan pariwisata baru di atas daerah yang akan direklamasi. Setelah ada reklamasi, ribuan orang luar diperkirakan datang ke Bali guna mencari pekerjaan. Padahal, saat ini, kawasan Bali selatan sudah sangat padat. Bahkan budaya Bali sudah mulai tergeser budaya asing.<\/span><br style=\"color: #111111;\" \/><br style=\"color: #111111;\" \/><strong style=\"color: #111111;\">PUTU HERY INDRAWAN<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TEMPO.CO, Denpasar &#8211; Aksi berbagai kalangan masyarakat Bali untuk menentang reklamasi Teluk Benoa terus bergulir. Pada Jumat, 8 Agustus 2014, massa yang terdiri atas ratusan orang mendatangi kantor Gubernur Bali. Mereka menyampaikan penolakan terhadap rencana reklamasi kawasan seluas 814 hektare tersebut.<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":2413,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[198,190],"tags":[],"class_list":["post-2411","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-media","category-press"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Aksi Menentang Reklamasi Teluk Benoa Berlanjut  - ForBALI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Aksi Menentang Reklamasi Teluk Benoa Berlanjut  - ForBALI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"TEMPO.CO, Denpasar - Aksi berbagai kalangan masyarakat Bali untuk menentang reklamasi Teluk Benoa terus bergulir. Pada Jumat, 8 Agustus 2014, massa yang terdiri atas ratusan orang mendatangi kantor Gubernur Bali. Mereka menyampaikan penolakan terhadap rencana reklamasi kawasan seluas 814 hektare tersebut.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ForBALI\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-08-11T12:21:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2014-08-11T13:03:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/www.forbali.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/reklamasi_demo.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"lala larasati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"lala larasati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/\",\"url\":\"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/\",\"name\":\"Aksi Menentang Reklamasi Teluk Benoa Berlanjut - ForBALI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.forbali.org\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\/\/www.forbali.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/reklamasi_demo.jpg\",\"datePublished\":\"2014-08-11T12:21:25+00:00\",\"dateModified\":\"2014-08-11T13:03:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.forbali.org\/id\/#\/schema\/person\/46b755f1cd8a97048d393b5c882d7337\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/#primaryimage\",\"url\":\"http:\/\/www.forbali.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/reklamasi_demo.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/www.forbali.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/reklamasi_demo.jpg\",\"width\":600,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.forbali.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Aksi Menentang Reklamasi Teluk Benoa Berlanjut\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.forbali.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.forbali.org\/id\/\",\"name\":\"ForBALI\",\"description\":\"Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.forbali.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.forbali.org\/id\/#\/schema\/person\/46b755f1cd8a97048d393b5c882d7337\",\"name\":\"lala larasati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.forbali.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f9e4a168a36fe4e04cbd99cdb99dd2abd6c2042bd5b59d572ce7638336853b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f9e4a168a36fe4e04cbd99cdb99dd2abd6c2042bd5b59d572ce7638336853b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"lala larasati\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.forbali.org\/\"],\"url\":\"http:\/\/www.forbali.org\/id\/author\/lala\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Aksi Menentang Reklamasi Teluk Benoa Berlanjut  - ForBALI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Aksi Menentang Reklamasi Teluk Benoa Berlanjut  - ForBALI","og_description":"TEMPO.CO, Denpasar - Aksi berbagai kalangan masyarakat Bali untuk menentang reklamasi Teluk Benoa terus bergulir. Pada Jumat, 8 Agustus 2014, massa yang terdiri atas ratusan orang mendatangi kantor Gubernur Bali. Mereka menyampaikan penolakan terhadap rencana reklamasi kawasan seluas 814 hektare tersebut.","og_url":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/","og_site_name":"ForBALI","article_published_time":"2014-08-11T12:21:25+00:00","article_modified_time":"2014-08-11T13:03:54+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"http:\/\/www.forbali.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/reklamasi_demo.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"lala larasati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"lala larasati","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/","url":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/","name":"Aksi Menentang Reklamasi Teluk Benoa Berlanjut - ForBALI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forbali.org\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/#primaryimage"},"image":{"@id":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/www.forbali.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/reklamasi_demo.jpg","datePublished":"2014-08-11T12:21:25+00:00","dateModified":"2014-08-11T13:03:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.forbali.org\/id\/#\/schema\/person\/46b755f1cd8a97048d393b5c882d7337"},"breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/#primaryimage","url":"http:\/\/www.forbali.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/reklamasi_demo.jpg","contentUrl":"http:\/\/www.forbali.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/reklamasi_demo.jpg","width":600,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/aksi-menentang-reklamasi-teluk-benoa-berlanjut\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forbali.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Aksi Menentang Reklamasi Teluk Benoa Berlanjut"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forbali.org\/id\/#website","url":"https:\/\/www.forbali.org\/id\/","name":"ForBALI","description":"Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forbali.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forbali.org\/id\/#\/schema\/person\/46b755f1cd8a97048d393b5c882d7337","name":"lala larasati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forbali.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f9e4a168a36fe4e04cbd99cdb99dd2abd6c2042bd5b59d572ce7638336853b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79f9e4a168a36fe4e04cbd99cdb99dd2abd6c2042bd5b59d572ce7638336853b?s=96&d=mm&r=g","caption":"lala larasati"},"sameAs":["http:\/\/www.forbali.org\/"],"url":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/author\/lala\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"http:\/\/www.forbali.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/reklamasi_demo.jpg","_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2411","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2411"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2411\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2416,"href":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2411\/revisions\/2416"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2413"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.forbali.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}